Tampilkan postingan dengan label MENULIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENULIS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Maret 2023

Jangan Anggap Remeh Sengatan Tawon




Disengat tawon pasti rasanya sakit. Kulit juga akan jadi bengkak kemerahan dan gatal. Namun bagi beberapa orang, sengatan lebah bisa menimbulkan reaksi alergi serius yang membahayakan nyawa. Segera bersihkan luka sengatan tawon dengan air mengalir dan sabun untuk mencegah infeksi dan kompres untuk meredakan pembengkakan.

Berikut adalah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.
  • Tetap tenang, dan menjauhlah karena tawon bisa menyengat lagi.
  • Cuci area kulit yang disengat tawon dengan air dan sabun untuk menghilangkan racun.
  • Oleskan kompres dingin ke lokasi luka untuk mengurangi bengkak dan sakit.
  • Jaga agar luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi.
  • Anda juga bisa menutupnya dengan perban.

Sebagian besar kondisi disengat tawon biasanya tidak perlu pengobatan. Akan tetapi, untuk mengatasi ketidaknyamanan mungkin saja Anda perlu obat dari dokter atau apotek.

Obat-obatan yang sesuai dengan orang yang baru saja disengat lebah:
1. Antihistamin
Setelah disengat tawon, mungkin saja timbul reaksi alergi seperti gatal-gatal dan bengkak. Apabila mengganggu aktivitas, minumlah obat antihistamin yang mengandung diphenhydramine dan chlorpheniramine. Ini bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan, gatal, dan bengkak.

2. Obat pereda nyeri
Pertimbangkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek. Alasannya, disengat tawon juga bisa menimbulkan rasa sakit atau nyeri yang menyakitkan. Mengutip American Academy of Dermatology Association, obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau parasetamol bisa membantu meringankan rasa sakit.

3. Salep atau losion
Obat lainnya yang bisa Anda gunakan setelah disengat tawon adalah mengoleskan salep hidrokortison atau losion calamine. Ini bermanfaat untuk mengatasi masalah gatal serta iritasi kulit. Oleskan beberapa kali sehari sesuai dosis sampai gejala seperti kemerahan, gatal, atau bengkak, benar-benar mereda.

,4. Suntikan epinefrin
Gejala mungkin saja berkembang setelah disengat tawon dan menimbulkan reaksi alergi yang parah (anafilaksis). Saat terjadi serangan, Anda mungkin akan diberikan suntikan epinefrin. Suntikan epinefrin berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan darah, meningkatkan kekuatan jantung, melemaskan otot, dan membantu pernapasan kembali normal.

5. Suntikan alergi
Disengat tawon atau serangga lainnya bisa menjadi penyebab umum anafilaksis. Jika Anda mengalami reaksi serius, kemungkinan dokter akan merujuk ke ahli alergi. Tujuannya adalah untuk tes alergi dan merekomendasikan suntikan alergi (imunoterapi). Suntikan ini umumnya diberikan secara teratur, untuk mengurangi atau menghilangkan respon alergi.

Cara mengatasi disengat tawon dengan bahan alami
Pada kondisi sengatan tawon yang ringan dan tidak menimbulkan reaksi alergi, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan bahan alami, seperti cuka.

Cuka adalah obat alami yang mungkin digunakan saat Anda disengat tawon. Teorinya, keasaman cuka dapat membantu menetralkan sengatan yang bersifat alkali. Berbeda dengan sengatan lebah yang bersifat asam.

Cara menggunakannya, rendam kapas ke dalam cuka biasa atau cuka apel. Setelah itu, letakkan dengan sedikit menekan area yang tersengat tawon selama beberapa menit. Hal ini membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan. 

Apakah ada komplikasi akibat disengat tawon?
Sebagian besar serangga seperti lebah dan tawon tergolong tidak agresif, karena hanya akan menyengat untuk membela diri. Namun kalau ada yang mengganggu sarangnya, kemungkinan tawon akan melakukan sengatan beberapa kali.

Anda perlu berhati-hati kalau disengat tawon. Akumulasi racun tawon berbahaya karena bersifat toksik dan menyebabkan reaksi risiko syok anafilaksis yang membahayakan nyawa.

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala syok anafilaksis akibat sengatan tawon:
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Sakit kepala.
  • Perasaan berputar.
  • Kejang.
  • Demam.
Dalam kasus yang jarang terjadi, sengatan tawon juga dapat menyebabkan komplikasi yang melibatkan sistem saraf. Sebuah laporan dalam Annals of Tropical Medicine and Public Health meneliti kasus yang tidak biasa.

Seorang anak mengalami kelemahan otot, pelebaran pupil, dan afasia motorik setelah disengat tawon. Afasia motorik adalah gangguan kemampuan berbicara dan menulis.

Bahkan, ada pula kasus anggota TNI yang mengalami kelumpuhan setelah tersengat tawon Vespa affinis karena menahan sakit dan tidak langsung berobat.

Selasa, 31 Januari 2023

Membiasakan Kerjasama


Hari ini Rabu tanggal 1 Februari 2023, pelajaran IPA di kelas 7B dengan materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Anak-anak asyik sekali mencari binatang khas yang ada di sekitarnya (kearifan lokal), setelah menemuka jenis binatang tersebut kemudian anak-anak untuk mengklasifikasikan dari tingkatan tertinggi (kingdom) sampai ke tingkatan terendah ( species).
Anak saya suruh menemukan sebanyak-banyaknya yang ada di sekitarnya, kemudian bisa mencari klasifikasinya secara berkelompok, bisa melalui buku paket atau boleh juga brosing melalui hp, dan saya beri batasan, jika bisa mengerjakan 4 jenis binatang maka saya janjikan nilai 70, jika lebih dari 4 maka otomatis nilainya akan bertambah. Ternyata dengan metode seperti ini anak-anak jadi lebih serius dalam mengerjakan tugas, dan hampir tidak ada yang sambil main-main karena anak-anak ingin mendapatkan nilai tinggi.
Menarik yaaaa...
Gurunya juga bisa menuliskan kejadian dan sambil merangkum materi, karena saya sendiri buka dari fak Biologi, saya fak nya IPA Fisika.
Tetap semangat bapak ibu guru hebat...mari kita antarkan anak didik kita menuju gerbang kebahagiaannya.

Hasil kerjaan anak:

Kamis, 26 Januari 2023

YANG TERABAIKAN NAMUN TETAP BERSINAR

Masih ingatkah dengan tanaman ini???
Iyaaa dialah anthurium plowmanii atau wafe of love, jika di Indonesia lebih familier dengan nama gelombang cinta. Tanaman ini dari genus anthurium dari keluarga keladi, araceae. Asal mula tanaman ini berasal dari Peru, Bolivia, dan Brazil.
Beberapa waktu yang lalu tanaman ini sempat booming di seluruh pelosok Indonesia, harganyapun selangit, dilihat dari jumlah daunnya dan besar kecilnya daun. Bahkan para penjual bunga ini harus menyimpannya lebih hati-hati, jangan sampai rusak atau robek daunnya, bahkan jangan sampai ketauan dari pencuri bunga waktu itu. Sungguh fantastik.
Seiring berjalannya waktu, gelombang cinta pun akhirnya tergeserkan posisinya, sudah tidak lagi menjadi trend, sudah tidak lagi menyandang ratunya para bunga. Demikianlah kehidupan di dunia ini, sama seperti gelombang cinta. Maka dari ketika sedang naik daun, sedang populer, sedang dielu-elukan banyak orang, janganlah memjadikan kita sombong dan takabur. Jika sudah tidak memiliki jabatan, sudah tidak populer lagi, maka akan seperti gelombang cinta tadi, diabaikan bahkan tidak dihiraukan.
Jadilah manusia dengan kerendahan hatinya, menerima segala kekurangan, jika dikritik terimalah dengan ikhlas dan anggap sebagai koreksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Karena di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah ta' ala.

Lihatlah tanaman ini
Tanaman yang malang, tidak ada yang mempedulikannya, bahkan dianggap tanaman pengganggu karena memang mudah berkembang biak. Spesifikasi tanaman ini adalah:
Nama ilmiah: Dieffenbachia amoena
Klasifikasi lebih tinggi: Daun bahagia
Tingkatan takson: Spesies
Meskipun demikian jika tanaman ini dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang, maka ia akan tumbuh sesuai cinta kasih yang didapatkannya.
Lihatlah yang ini juga, dia tumbuh subur dengan warnanya yang cantik. Bersih daunnya juga terawat bagus. Dia pun layak menempati pojok ruang kita, menambah indahnya tata ruang.
Ini pun tak kalah cantik untuk kita letakkan di teras rumah, menambah keasrian rumah kita. Tanaman ini disebut Monstera deliciosa, tanaman keju Swiss atau philodendron daun terbelah adalah spesies tanaman berbunga asli hutan tropis Meksiko selatan, hingga Panama.Tanaman ini telah diperkenalkan ke banyak daerah tropis, dan telah menjadi spesies yang agak invasif di Hawaii, Seychelles, Pulau Ascension dan Kepulauan Society.
Pembaca yang budiman, semoga tulisan ini dapat kita ambil hikmah positifnya. Tetap tebarkan kebaikan dimanapun kita berada.

Rabu, 25 Januari 2023

Semangatku Tetap Membara Meski Fisikku Sedang Melemah


Kobarkan Semangat Dikala Fisik Melemah

Salam sehat untuk pembaca tercinta

Sudah dua hari saya tidak enak badan, mungkin karena kelelahan dengan aktivitas sebelumnya yang lumayan padat. Ternyata tubuhpun butuh rehat sejenak.

Dengan kondisi badan yang tidak memungkinkan saya mengajar di sekolah tentu saja tetap ada yang mengganjal di pikiran, saya merasa bertanggung jawab dengan pembelajaran yang saya tinggalkan. Dan saya pun tidak ingin memangkas hak anak yang harusnya dapat tambahan ilmu dari saya. Hal ini tentunya membuat saya harus memutar otak mencari cara agar anak tetap dapat belajar dengan senang. Kebetulan setiap pelajaran saya, anak-anak yang memiliki hp saya persilahkan dibawa, hal ini juga menjadikan saya lebih mudah untuk memberikan tugas saat saya tidak di kelas, dan juga memudahkan saya memantau kegiatan anak di kelas.

Setiap pagi sebelum bel tanda masuk dibunyikan, saya sudah memberikan pesan melalui WAG untuk seluruh siswa kelas 7 agar mereka menjalankan literasi pagi, yaitu saat bel masuk berbunyi anak-anak berbaris untuk memasuki kelas yang dipimpin oleh ketua kelas, kemudian setelah di dalam kelas melakukan doa bersama dipimpin ketua kelas, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu dirigen secara bergantian urut absen, kemudian terakhir menyebutkan motto SMPN 1 Kalibening (beriman - berprestasi - berbudaya) secara bersama-sama. Semua kegiatan tadi tidak lupa untuk didokumentasikan, saya menunjuk wakil ketua kelas sebagai dokumentatornya, kemudian diserahkan ke saya melalui link Google form. Alhamdulillah literasi pagi yang sudah saya terapkan sejak semester satu hingga sekarang berjalan lancar. Saya pun sangat senang melihat kondisi seperti ini, karena ini akan menjadi pembiasaan yang baik untuk anak-anak, dan seandainya ada bapak ibu guru yang terlambat masuk maka anak akan terkondisikan di dalam kelas dengan tertib. Hal ini karena sekolah kami di daerah pegunungan yang rawan bencana tanah longsor, sedangkan bapak ibu guru banyak juga yang berasal dari daerah bawah, sehingga kendala di jalan aerung ditemui.

Untuk pemberian tugas ke anak pun saya buat yang menarik agar anak tidak jenuh. Kali ini saya menyampaikan materi tentang Makhluk Hidup dan Benda Mati. Saya membuka pelajaran di WAG kemudian saya share video pembelajaran tentang materi tersebut. https://youtu.be/pQXlv3UBNXo. Anak-anak dipersilahkan menonton berkelompok karena tidak setiap anak yang membawa hp ada kuotanya. Setelah menonton video pembelajaran tersebut, anak-anak saya suruh merangkum apa yang disampaikan di video tadi, hal ini saya lakukan karena saya ingin membiasakan anak menulis dan menyimak, ini saya sapatkan dari pengalaman saya mengikuti pelatihan menulis di KBMN 28. 

Menulis awalnya harus dipaksakan, sampai benar-benar menjadi suatu kebutuhan, tentu saja hal ini memerlukan sebuah proses. Demikian juga saya sedang berproses untuk membiasakan menulis setiap hari 

Setelah periksa, ada sugesti lega di badan, rasanya badan yang lemah menjadi lebih kuat lagi. Semoga besok pagi saya bisa menyapa anak didik saya secara langsung. Kangen rasanya tidak bertegur sapa dengan anak-anak, tertawa bersama, kadang pun harus berbicara agak keras karena tingkah anak-anak yang kadang terlalu over, meskipun demikian kita harus sadar kembali...karena itulah dunia mereka, kita harus mengarahkan dengan sabar dan ikhlas, semoga kelak membawa kebahagiaan bagi mereka. Aamiin.
Demikian sepenggal rindukku untuk kalian.

Minggu, 01 Januari 2023

Belajar Menulis

Hari ini Kamis tanggal 29 Desember 2022, dipenghujung tahun pada pagi hari mendapat pesan WA dari ibu Lelly Suryani yang menawarkan untuk mengikuti kegiatan menulis buku dengan belajar secara online bersama omjay dkk. Senang rasanya menerima penawaran tersebut, dan langsung saya sambut dengan antusias. 
Kegiatan ini saya ikuti dengan perasaan bahagia, karena setelah 6 bulan mengikuti Pelatihan Guru Pengerak, sepertinya saya akan merindukan tugas-tugas di LMS, semoga dengan kesibukan mengikuti pelatihan menulis ini akan membawa manfaat untuk diri saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya.

MERAMU HASIL BELAJAR