- Menulis adalah sesuatu yang unik ketika baru dimulai apalagi kalau belum terbiasa. Nah, sama seperti saya dulu, saya masih bingung mau melakukan apa saat itu.
Ternyata menulis adalah sesuatu yang membuat ketagihan layaknya kripik singkong yang diberikan Omjay ke saya tempo hari. Jika senantiasa dikunyah akan selalu dirindukan pula. Demikian halnya dengan menulis.
- Menulis harus dibiasakan setiap hari, seperti slogan Omjay yang sudah familiar bagi kita, yaitu: MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI.
- Semua hal bisa jadi bahan tulisan. Apa yang dilihat, dirasakan, dibayangkan dan bahkan dialami bisa dituliskan. Jika khawatir ide di kepala mudah hilang, mari tuliskan ide melalui blog. Selain menulis di blog pribadi, saya juga kembali menulis di blog Kompasiana.
- Kembali ke pengalaman tahun 2020. Buku pertama yang saya terbitkan adalah buku solo berjudul *Guru Menulis Guru Berkarya* Kontennya adalah materi-materi yang disampaikan para narasumber di Grup WA. Beberapa pertemuan di grup belajar menulis, akhirnya ketemulah saya dengan tokoh pendidikan dan teknologi yang membuka wawasan saya tentang menulis. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Dalam materinya, beliau menantang peserta untuk menulis dalam waktu satu minggu.
- Dan hasil dari tantangan menulis satu minggu itu adalah buku ini. Bukunya bisa diperoleh di berbagai toko online. Judulnya *Digital Transformation.
Cara membuat daftar isi, kutipan, indeks. Dan daftar pustaka Otomatis, bisa dilihat di youtube berikut: https://youtu.be/eePQwyHAcjw.
Cara membuat indeks pada tulisan berbentuk buku dapat diihat youtube berikut: https://youtu.be/mS8bfNZT-rA.
Cara membuat judul, bab, dan sub judul yulisan pada buku secara otomatis, dapat dilihat di youtube berikut: https://youtu.be/jXPr59aWJSc.
- Cobalah, dengan mencoba, maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.
- Lakukan, praktekkan sekaligus, biarkan mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam menulis membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan saya tulis, susun dan terbitkan.
- Budayakan, membudayakan menulis adalah proses menuju karya.
- Konsisten, langkah pamungkas dalam teori menulis, menyusun dan mengedit naskah yang selama ini dilakukan. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam mempraktekkannya.
- Cara menemukan ebook gratis yang bisa dimasukkan ke mendeley dan dibuka secara gratis, caranya masuk ke pdfdrive. Di sana ada ribuan bahkan jutaan buku-buku online dengan versi Gratis untuk kita gunakan. Pdfdrive adalah perpustakaan portable saya. Ini linknya: https://www.pdfdrive.com/. Tapi dengan menggunakan dari versi MS Word lebih aman dan dijamin free.
- Sistematika penulisan ini berlaku untuk penulisan non fiksi atau juga karya fiksi, bedanya adalah pada pengisian Indeks dan Daftar Pustakanya.
- Menulis menggunakan gawai alias HP, fitur-fiturnya tidak selengkap jika menggunakan PC. Tetapi ada aplikasi menulis paling populer di android adalah Wattpadd. Atau bisa juga mencoba Gramedia Writing Project, Writer Tools, Writer Plus, Novelist.
- Jika buku kita adalah kumpulan artikel yang ditulis di blog dari hasil resume KBMN gel 28, Kita dapat menyusun judul dan babnya, meskipun setiap pertemuan dibahas masing-masing tema yang berbeda. Kita dapat mempraktekkannya di Ms Word dengan memberikan judul sesuai judul materi tiap pertemuan. Tinggal mengurutkan yang sama atau mirip topiknya. Sehingga naskah bukunya menjadi buku solo bentuk Bunga Rampai.
- Alasan utama memilih aplikasi versi MS Word adalah mudah diaplikasikan dan terdapat di mana-mana, tak butuh internet untuk menggunakannya. Fasilitas ada di semua vers Ms Office. Tips/cara mudah agar dapat memulai kata-kata saat memulai menulis, langsung tuliskan saja. Biarkan tidak beraturan, nanti ada waktu luang untuk membaca dan mengurutkannya dengan baik. Mulailah dari apa yang dilihat. pakai bahasa sederhana saja, seperti bahasanya Omjay kalau menulis #renyah.
- Tips-tips untuk memulai menulis agar tidak minder dengan yang lain adalah Percaya diri, yakinkan diri bahwa saya bisa. Mulailah apa adanya, apapun yang dituliskan adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dan pasti ada penikmatnya sendiri. Tak ada tulisan yang tak bernilai, hanya menunggu jodohnya untuk dibaca, seperti tulisan di blog. Awalnya sepi-sepi pembaca...sebulan kemudian sudah ratusan atau bahkan ribuan pembaca.
- Trik agar bisa menulis cepat seminggu menjadi buku, Konsisten dan luangkan waktu, gabungkan referensi dari pengalaman pribadi dengan referensi dari sumber lain seperti internet, surat kabar, youtube dll. Berikut ini contoh tautan dari blog sendiri.
- Menulis buku apa saja versi UNESCO minimal 40 halaman. Tapi disarankan minimal 70 halaman ukuran kertas A5. Kalau 40 halaman masih terlalu tipis, penerbit tentu berpikir juga untuk mencetaknya. Buku Non Fiksi sebaiknya pakai Daftar Pustaka karena bersifat ilmiah sementara fiksi tidak wajib. Kecuali fiksi dalam bentuk kumpulan puisi/cerpen, jika ada yang dikuti dari sumber lain, sebaiknya dicantumkan agar tidak tergolong plagiasi.
- Langkah yang sebaiknya kita lakukan agar menarik Minat baca para pembaca, membuat tulisan dengan bahasa yang unik dan mudah dipahami pembaca. Urutkan judul/bab/sub bab yang memiliki kaitan sehingga ketika dibaca dari satu bagian ke bagian saling melengkapi. Intinya, percaya diri dengan tulisan sendiri.
- Jika kita sering tidak bisa membuat rangkaian kata-kata untuk menjelaskan suatu definisi atau pemikiran baku sehingga berniat copas tapi khawatir terkategorikan plagiat, maka buatlah parafrase baru atau ringkas kalimat yang disadur tersebut. Jika mengambil utuh, sebaiknya taruh dalam tanda "..." dan cantumkan sumbernya. Sehingga tidak masuk kategori plagiasi.
- Mendeley itu aplikasi. cara kerjanya mirip dengan Ms Word. Silahkan coba di sini. https://www.mendeley.com/. Download untuk versi desktop dan ikuti petunjuk installya. Hal yang sama terjadi untuk aplikasi Zotero. Ini link aplikasi zoterohttps://www.zotero.org/. Keduanya bisa untuk Windows
- Untuk mencoba pakai aplikasi nulis. Bisa pakai Writer + di android. ada juga di Google Docs. Kendalanya adalah aplikasi tidak mengenal tanda baca dan huruf kapital, sehingga tetap kita akan mengedit ulang dan otomatis membaca ulang. Kesimpulan: menulis manual masih lebih efektif. Dengan mengetik manual sebenarnya kita menulis sambil belajar dan menambah ilmu karena kita sudah membaca berulang-ulang. Itu prinsip saya dalam menulis.
- Cara membukukan tulisan-tulisan di Kompasiana, bisa mengambil semua judul, atau buat judul serupa, Ambil naskah seutuhnya dari Blog Kompasiana tidak masalah. Tapi cantumkan tautan artikel blog nya di Referensi atau catatan kaki. Cara menyisipkan ada di tool Ms Word. Lebih bagus jika sempat mengedit ulang dan menambahkan penjelasan/contoh/tambahan informasi. Sudah dipublish di blog? Kenapa tidak, ambil dan bukukan, tapi ingat sumber artikelnya dicantumkan. Ada penulis Kompasiana yang pernah menerbitkan di YPTD, semua naskahnya dari tulisannya di blog Kompasiana... tapi semua tulisannya jelas sumbernya di Kompasiana.
Jika dipandang perlu, silahkan ringkas judul atau perbaiki.









