Jumat, 10 Maret 2023

Jangan Anggap Remeh Sengatan Tawon




Disengat tawon pasti rasanya sakit. Kulit juga akan jadi bengkak kemerahan dan gatal. Namun bagi beberapa orang, sengatan lebah bisa menimbulkan reaksi alergi serius yang membahayakan nyawa. Segera bersihkan luka sengatan tawon dengan air mengalir dan sabun untuk mencegah infeksi dan kompres untuk meredakan pembengkakan.

Berikut adalah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.
  • Tetap tenang, dan menjauhlah karena tawon bisa menyengat lagi.
  • Cuci area kulit yang disengat tawon dengan air dan sabun untuk menghilangkan racun.
  • Oleskan kompres dingin ke lokasi luka untuk mengurangi bengkak dan sakit.
  • Jaga agar luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi.
  • Anda juga bisa menutupnya dengan perban.

Sebagian besar kondisi disengat tawon biasanya tidak perlu pengobatan. Akan tetapi, untuk mengatasi ketidaknyamanan mungkin saja Anda perlu obat dari dokter atau apotek.

Obat-obatan yang sesuai dengan orang yang baru saja disengat lebah:
1. Antihistamin
Setelah disengat tawon, mungkin saja timbul reaksi alergi seperti gatal-gatal dan bengkak. Apabila mengganggu aktivitas, minumlah obat antihistamin yang mengandung diphenhydramine dan chlorpheniramine. Ini bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan, gatal, dan bengkak.

2. Obat pereda nyeri
Pertimbangkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek. Alasannya, disengat tawon juga bisa menimbulkan rasa sakit atau nyeri yang menyakitkan. Mengutip American Academy of Dermatology Association, obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau parasetamol bisa membantu meringankan rasa sakit.

3. Salep atau losion
Obat lainnya yang bisa Anda gunakan setelah disengat tawon adalah mengoleskan salep hidrokortison atau losion calamine. Ini bermanfaat untuk mengatasi masalah gatal serta iritasi kulit. Oleskan beberapa kali sehari sesuai dosis sampai gejala seperti kemerahan, gatal, atau bengkak, benar-benar mereda.

,4. Suntikan epinefrin
Gejala mungkin saja berkembang setelah disengat tawon dan menimbulkan reaksi alergi yang parah (anafilaksis). Saat terjadi serangan, Anda mungkin akan diberikan suntikan epinefrin. Suntikan epinefrin berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan darah, meningkatkan kekuatan jantung, melemaskan otot, dan membantu pernapasan kembali normal.

5. Suntikan alergi
Disengat tawon atau serangga lainnya bisa menjadi penyebab umum anafilaksis. Jika Anda mengalami reaksi serius, kemungkinan dokter akan merujuk ke ahli alergi. Tujuannya adalah untuk tes alergi dan merekomendasikan suntikan alergi (imunoterapi). Suntikan ini umumnya diberikan secara teratur, untuk mengurangi atau menghilangkan respon alergi.

Cara mengatasi disengat tawon dengan bahan alami
Pada kondisi sengatan tawon yang ringan dan tidak menimbulkan reaksi alergi, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan bahan alami, seperti cuka.

Cuka adalah obat alami yang mungkin digunakan saat Anda disengat tawon. Teorinya, keasaman cuka dapat membantu menetralkan sengatan yang bersifat alkali. Berbeda dengan sengatan lebah yang bersifat asam.

Cara menggunakannya, rendam kapas ke dalam cuka biasa atau cuka apel. Setelah itu, letakkan dengan sedikit menekan area yang tersengat tawon selama beberapa menit. Hal ini membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan. 

Apakah ada komplikasi akibat disengat tawon?
Sebagian besar serangga seperti lebah dan tawon tergolong tidak agresif, karena hanya akan menyengat untuk membela diri. Namun kalau ada yang mengganggu sarangnya, kemungkinan tawon akan melakukan sengatan beberapa kali.

Anda perlu berhati-hati kalau disengat tawon. Akumulasi racun tawon berbahaya karena bersifat toksik dan menyebabkan reaksi risiko syok anafilaksis yang membahayakan nyawa.

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala syok anafilaksis akibat sengatan tawon:
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Sakit kepala.
  • Perasaan berputar.
  • Kejang.
  • Demam.
Dalam kasus yang jarang terjadi, sengatan tawon juga dapat menyebabkan komplikasi yang melibatkan sistem saraf. Sebuah laporan dalam Annals of Tropical Medicine and Public Health meneliti kasus yang tidak biasa.

Seorang anak mengalami kelemahan otot, pelebaran pupil, dan afasia motorik setelah disengat tawon. Afasia motorik adalah gangguan kemampuan berbicara dan menulis.

Bahkan, ada pula kasus anggota TNI yang mengalami kelumpuhan setelah tersengat tawon Vespa affinis karena menahan sakit dan tidak langsung berobat.

Selasa, 07 Maret 2023

MENULIS BIOGRAFI SEBAGAI BUKTI SEJARAH HIDUP

Judul : MENULIS BIOGRAFI SEBAGAI BUKTI SEJARAH HIDUP

Pertemuan : 24

Gelombang : 28

Tema : Menulis Biografi

Via         : WAG

Narasumber : Lelly Suryani, S.Pd.SD.

Moderator : Muliadi, M.Pd.


Alhamdulillah...tidak terasa 6 kali pertemuan lagi kita selesai mengikuti pelatihan KBMN Gelombang 28 ini. Tentunya akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagi diri saya sendiri seandainya bisa menuntaskan pelatihan ini. Bersama orang-orang hebat dari Tim Solid Omjay (TSO), saya jadi mengenal dan mulai tertarik dengan dunia menulis. Terima kasih banyak atas bimbingan dan arahannya.

Pada pertemuan ke 24 ini kita bersama wanita hebat dari Kabupaten Banjarnegara, beliau adalah Bunda Lelly Suryani, S.Pd.SD. Kebetulan saya dan bunda Lelly satu kabupaten, dan sama-sama lulusan Guru Penggerak Angkatan 5. Saat Lokakarya inilah saya bertemu dengan bunda Lelly, yang kemudian menawari saya untuk bergabung dalam KBMN Gelombang 27, tapi saya belum bisa mengikuti sepenuh hati. Dan di KBMN Gelombang 28 ini saya merasa terpanggil dan termotivasi untuk bergabung hingga saat ini.

Dibalik narasumber yang hebat tentunya ada moderator yang lihai dalam membawakan rangkaian acara pada pertemuan kali ini, beliau adalah Bapak Muliadi, M.Pd. dari Tolitoli Sulawesi Tengah. Begitu hebatnya TSO ini, yang anggotanya dari seluruh Indonesia namun saling mengisi satu dengan yang lain. Kebetulan juga Bapak Muliadi, M.Pd. adalah Pengajar Praktik Guru Penggerak Angkatan 5. Sungguh pasangan yang cocok. Untuk mengenal lebih tentang bunda Lelly, kita dapat menelusurinya melalui berbagai akun media sosial beliau, berikut saya bagikan: https://lelysuryanikreatifinspiratif.blogspot.com/2023/01/profil-lely-suryani.html.

Pada kesempatan kali ini bunda Lelly akan menyampaikan materi dengan tema "Menulis Biografi". Dimana ini sudah yang kedua kalinya beliau dipercaya untuk mengisi dengan tema serupa di KBMN. Bunda Lelly juga menulis biografi Om Jay dalam bukunya yang berjudul "Kisah Om Jay", dengan tujuan karena menginspirasi dan memberikan motivasi.

BIOGRAFI

Biografi adalah sebuah narasi atau cerita yang berisi kisah kehidupan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Biografi dapat berisi informasi mengenai latar belakang, masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pengalaman hidup, dan pencapaian seseorang selama hidupnya. Biografi dapat ditulis dalam bentuk buku, artikel, atau bahkan film dokumenter. Biografi biasanya ditulis oleh seorang penulis atau biografer yang melakukan riset dan wawancara dengan orang yang menjadi objek biografi dan sumber-sumber lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap tentang kehidupan orang tersebut.

Tujuan menulis biografi adalah:
  1. Menginspirasi dan memberikan motivasi - Biografi sering kali dijadikan sebagai bahan bacaan yang menginspirasi dan memberikan motivasi bagi pembaca. Kisah sukses dan pengalaman hidup seseorang yang terdapat dalam biografi dapat menjadi contoh bagi pembaca untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka sendiri.
  2. Merekam sejarah - Biografi dapat menjadi sumber informasi sejarah yang berharga untuk generasi mendatang. Dengan menulis biografi, seseorang dapat merekam kisah hidup orang-orang yang telah berjasa atau mempunyai pengaruh pada masa lampau. Biografi juga dapat merekam suatu periode atau kejadian dalam sejarah.
  3. Memberikan wawasan - Biografi dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik tentang seseorang yang menjadi objek biografi. Dengan memahami lebih dalam tentang latar belakang dan pengalaman hidup orang tersebut, pembaca dapat mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan dunia.
  4. Mengabadikan warisan - Biografi dapat dijadikan sebagai cara untuk mengabadikan warisan seseorang. Biografi dapat membantu memperkenalkan seseorang pada generasi mendatang dan membuat mereka tidak terlupakan.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menulis biografi:

  • Lakukan riset tentang orang yang ingin Anda tulis biografinya. Kumpulkan informasi tentang latar belakang, kehidupan awal, pendidikan, karier, pencapaian, dan pengalaman hidup yang menarik. Sumber informasi dapat mencakup wawancara dengan keluarga atau teman dekat, surat, artikel berita, buku, dan sumber-sumber online.
  • Buat kerangka atau outline untuk biografi.
  • Tulis pengantar atau pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca. Pendahuluan harus memberikan gambaran singkat tentang siapa orang tersebut dan mengapa hidupnya layak untuk ditulis biografinya.

  • Mulai menulis biografi dengan menyelesaikan bagian-bagian yang paling menarik dan relevan. Pastikan untuk memasukkan detail yang menarik dan membuat cerita hidup orang tersebut menjadi hidup.
  • Organisir konten biografi dalam urutan kronologis, dimulai dari masa kanak-kanak, kemudian ke masa remaja, dewasa awal, dan seterusnya.
  • Gunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan tetap konsisten dengan tema biografi.
  • Berikan gambaran yang jelas tentang perjuangan dan rintangan yang dihadapi, kesulitan dan kegagalan yang dialami, serta keberhasilan dan kebahagiaan yang diraih.
  • Sertakan kutipan atau kata-kata orang tersebut yang menarik atau menggambarkan kepribadiannya.
  • Revisi dan edit biografi secara teratur. Pastikan kesalahan gramatikal dan fakta yang salah dikoreksi.
  • Akhiri biografi dengan kesimpulan yang merangkum hidup orang tersebut dan dampaknya pada dunia atau masyarakat.

AUTOBIOGRAFI

Autobiografi adalah kisah atau narasi yang ditulis oleh seseorang tentang hidupnya sendiri, pengalaman-pengalaman penting, dan peristiwa-peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Autobiografi biasanya ditulis dalam sudut pandang orang pertama dan menceritakan sejarah hidup dari awal hingga saat ini. Autobiografi dapat mencakup berbagai topik seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi. Autobiografi dapat membantu pembaca memahami pengalaman dan pandangan hidup penulis, dan dapat memberikan wawasan tentang kehidupan dan peristiwa sejarah.

Tujuan utama menulis autobiografi adalah untuk membagikan kisah hidup dan pengalaman pribadi seseorang dengan pembaca.

Beberapa tujuan khusus dari menulis autobiografi dapat meliputi:
  1. Meningkatkan pemahaman diri: Menulis autobiografi dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dengan merefleksikan peristiwa penting dalam hidup mereka dan menghubungkan pola-pola dalam pengalaman hidup.
  2. Menjaga kenangan: Autobiografi juga dapat berfungsi sebagai catatan kenangan bagi penulis dan keluarga mereka, dan dapat membantu mempertahankan warisan keluarga.
  3. Memberikan inspirasi: Autobiografi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, terutama bagi orang yang mengalami situasi serupa atau menghadapi kesulitan dalam hidup.
  4. Memberikan wawasan: Autobiografi dapat memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan sosial di mana penulis hidup dan bekerja, sehingga dapat membantu pembaca memahami kondisi dan konteks kehidupan penulis.
  5. Membangun identitas dan citra publik: Autobiografi juga dapat membantu seseorang membangun identitas dan citra publik mereka, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
 Langkah-langkah yang dapat diikuti dalam menulis autobiografi:

  • Lakukan riset dan persiapan: Mulailah dengan membuat daftar peristiwa penting dalam hidup anda, tempat-tempat yang anda kunjungi, orang-orang yang anda temui, dan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin anda ingin masukkan dalam autobiografi anda. Lakukan riset tentang masa lalu anda, termasuk sejarah keluarga, lingkungan sosial, dan kebudayaan saat itu.
  • Tentukan gaya dan fokus: Setelah anda mengetahui gambaran besar dari hidup anda, tentukan gaya dan fokus untuk autobiografi anda. Anda dapat memilih untuk menulis dalam gaya naratif atau reflektif, dan memilih fokus seperti karier, keluarga, atau perjalanan.
  • Buat kerangka cerita: Buat kerangka cerita untuk autobiografi anda dengan memilih peristiwa penting dan menempatkannya dalam urutan kronologis atau non-kronologis.
  • Tulis draf pertama: Mulailah menulis draf pertama dari autobiografi anda berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Jangan khawatir tentang detail atau kesalahan, hanya tulis dengan lancar.
  • Edit dan revisi: Setelah menyelesaikan draf pertama, edit dan revisi autobiografi anda dengan memperbaiki kesalahan, menambahkan detail dan pengalaman baru, dan memperbaiki struktur dan narasi.
  • Beri judul dan bagikan: Setelah menyelesaikan revisi terakhir, berikan judul untuk autobiografi anda. Jika ingin dibagikan dengan orang lain, pertimbangkan untuk mencetak atau menerbitkan secara online untuk dapat dibaca oleh publik.
Sebagai ungkapan penutup dari bunda Lelly adalah:
  • Dalam menulis autobiografi dapat memakan waktu, dan dapat melibatkan emosi yang kuat. Oleh karena itu, pastikan untuk meluangkan waktu yang cukup dan mempersiapkan diri secara emosional untuk menulis autobiografi yang baik dan berarti.
  • Menulislah dengan hati agar hasilnya berarti.

Sabtu, 04 Maret 2023

SOLUSI SMART MENERBITKAN BUKU BERSAMA PENERBIT INDI BAGI PENULIS PEMULA

 


Judul         : Solusi Smart Menerbitkan buku bersama Penerbit Indi bagi Penulis Pemula

Resume ke : 23

Gelombang : 28

Tanggal         : 1 Maret 2023

Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi

Via         : WAG KBMN 28

Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Modertor         : Nur Dwi Yanti, S.Pd.


Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Alhamdulillah tidak terasa kita telah memasuki pelatihan yang ke 23 pada Kelas Belajar Menulis Nusantara yang diselenggarakan oleh PGRI Gelombang 28. Semoga kita semua diberi kesehatan sehingga dapat menyelesaikan pelatihan ini dengan hasil terbaik, meski jalan yang kita lalui tidak semulus yang kita bayangkan.

Pertemuan kali ini bersama TSO yang luar biasa yaitu Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi". Bersama Om Brian juga saya pertama kali mengenal blogger melalui WAG Kelas Dasar Blog 7, dan lulus serta mendapatkan sertifikat. Tentu saja sebelumnya saya tidak mengenal Om Brian, melalui Bunda Lelly Suryani, S.Pd saya diajak mengenal dunia menulis, kemudian dihubungkan dengan Om Brian agar mengenal blog. Terima kasih bimbingan dan arahannya kepada Om Brian dan Bunda Lelly. Untuk mengenal profil Om Brian secara lebih detail bisa baca di link berikut: https://www.praszetyawan.com/p/profil.html.

Untuk memandu jalannya pelatihan malam ini agar lebih terarah tentu tidak lepas dari moderator yang hebat juga, kali ini dipandu oleh Bunda Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang sangat populer dengan sebutan NDY.

Menerbitkan buku solo??? Bagi saya jauh dari angan-angan bahkan tidak terbayangkan sama sekali, apalagi saya tidak memahami bagaimana menulis yang baik dan bisa diterbitkan oleh penerbit buku. Tetapi dengan mengikuti pelatihan di KBMN ini, sedikit demi sedikit wawasan saya mulai terbuka. Saya menjadi tertarik untuk menerbitkan buku solo karya saya pribadi, yang kelak bisa menjadi warisan anak cucu kita..hehe.

Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dan lain-lain. Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Karena penerbit mayor ingin mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran.

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari bagi penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.


Bagi penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie, mengapa di Penerbit Indi??

Karena Penerbit Indi memiliki kelebihan-kelebihan yang sangat menolong bagi penulis pemula, yaitu:

  1. Tidak ada seleksi, semua jenis naskah diterima.
  2. Proses penerbitan cepat (1-3 bulan).
  3. Biaya penerbitan bervariasi tergantung ketentuan dan fasilitas penerbitan.
  4. Biaya cetak ulang dan ongkir ditanggung penulis.
  5. Penulis menentukan sendiri harga bukunya.
  6. Tidak memasarkan buku ke toko buku.
  7. Penulis yang harus memasarkan sendiri bukunya jika ingin bukunya laris.
Bagi penulis pemula  tentu Penerbit Indi menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Dengan konsekuensi kita akan mengeluarkan biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Penerbit Indi jumlahnya ada banyak, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal dalam menentukan Penerbit Indi, diantaranya:
  • Besarnya biaya penerbitan.
  • Fasilitas penerbitan yang didapat penulis.
  • Batas maksimal jumlah halaman.
  • Ketentuan dan biaya cetak ulang.
  • Apakah dapat master PDF atau tidak.
  • Berapa jumlah buku yang didapat penulis.

Mengapa Penerbit Indi membantu Guru menerbitkan buku? Hal ini karena:

  1. Belum ada referensi Penerbit Indie.
  2. Memilihkan penerbit yang terjangkau, berkualitas, dan terpercaya.
  3. Membantu komunikasi ke penerbit.
  4. Memberi pengalaman menerbitkan buku yang memuaskan.
Kita tidak perlu kuatir dalam proses penerbitan buku, karena akan didampingi Om Brian dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan, dan dipastikan buku akan terbit.

Adapun yang menjadi daya tarik Penerbit Indi adalah:
  • Biaya terjangkau, tidak perlu sampai mengeluarkan jutaan rupiah
  • Jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 halaman dengan kertas A5. Sehingga kita terkena biaya tambahan halaman meskipun bukunya setebal 280 halaman dengan kertas A5.
  • Penerbit ii meenjualkan buku terbitannya di Tokopedia dan Shopee.
Pesan dari om Brian:
- Menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit, tidak seperti fotocopy yang sehari jadi.
- Jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit.
- Waktu peerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, karena prosesnya lebih ketat.
- Jangan ragu terbitkan tulisan anda menjadi buku.
- Untuk memilih Penerbit Indi, jangan lupa pahami dulu ketentuan dari penerbit, jangan sampai di tengah jalan ada salah paham atau hambatan.

Senin, 27 Februari 2023

MENGIRIM TULISAN KE MAJALAH SUARA GURU


 Judul                : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru

Resume ke       : 22
Gelombang      : 28
Tanggal            : 27 Februari 2023
Tema                : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru
Via                    : Zoom Meeting
Narasumber     : Catur Nurrochman Oktavian, M.Pd.
Moderator        : Sim Chung Wai, S.P.

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Malam ini kita akan belajar bagaimana cara mengirimkan tulisan di Majalah Suara Guru. Materi yang sangat menarik meski untuk diri saya sendiri belum ada hasrat untuk mengirimkan tulisan di majalah tersebut, namun saya belajar untuk sering menulis di blog. Materi kali ini akan disampaikan oleh Bapak Catur Nurrochman Oktavian, M.Pd. dan dioandu moderator handal yaitu Sim Chung Wai, S.P. 
       Majalah Suara Guru adalah majalah yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Majalah ini rutin terbit bulanan, terbit pertama kali pada tahun 1949, hingga kini. Kantor redaksi ada di Jalan Tanah Abang III Nomor 24, Jakarta Pusat.

    Majalah Suara Guru memiliki berbagai macam rubrik. Selain Suara Utama, Opini, Organisasi, Edutainment, Oase, Percik, Inspiratif, Sekolah, Bahasa, Sastra, dan Destinasi.

Syarat-syarat agar tulisan kita diterima di Majalah Suara Guru, diantaranya adalah:
  1. Tulisan orisinal karya sendiri, bukan plagiat.
  2. Tulisan tidak boleh menyerang pribadi seseorang dan berbau SARA.
  3. Tulisan harus bersifat aktual yang masih di ruang lingkup dunia pendidikan.
  4. Ditulis dengan bahasa yang populer, komunikatif, lugas, dan enak dibaca.
  5. Tulisan yang diterima maksimal terdiri 700 kata dengan spasi 1,5 dan ukuran font 12.
    Tulisan yang akan dimuat diutamakan bertema pendidikan, isu-isu hangat yang terjadi di dunia pendidikan dan pendidikan mutakhir. Majalah Suara Guru terbuka untuk semua guru, baik guru swasta maupun negeri, bahkan dari pesantren pun diperbolehkan. Dan bagi tulisan yang dimuat maka akan dibaca oleh semua orang se Indonesia.

RUBRIK PRAKTIK BAIK: menampung tulisan yang berisi ajakan untuk melakukan praktik baik.

RUPRIK LIPUTAN SEKOLAH/PERGURUAN TINGGI: Jika ingin menunjukkan kegiatan di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi.

RUBRIK PERCIK atau OASE: tentang hal-hal kehidupan, motivasi, dll.

Selanjut tentang sesi tanya jawab:

Pertanyaan dari pak Safrudin:

Bagaimana cara memajukan literasi sekolah dengan cara memasukkan majalah agar bisa masuk ke sekolah?

Jawab: Majalah Suara Guru tidak bersifat mengikat, siapapun boleh mengisi, tapi tidak mewajibkan untuk membelinya. Majalah suara guru merupakan ajang apresiasi bagi para guru yang menyampaikan literasinya. Harga majalah suara guru juga terjangkau hanya Rp. 25.000,- belum termasuk ongkir. Akan dikirim surat pemberitahuan untuk membeli suara guru dari kepala dinas setempat.


Pertanyaan dari Ibu Wahyuning - Jakarta Selatan:

Jika siswa ingin mengirimkan tulisan di ruang guru boleh apa tidak?

Jawab: Selama ini belum ada rubrik khusus untuk siswa, baru dikhususkan bagi guru. Tapi masukkan ini akan diusulkan ke pengurus majalah Suara Guru.


Pertanyaan dari Ibu Ratna - Sumbawa:

Cara menuliskan berbagi praktik baik, seperti P5, adakah ketentuan jumlah katanya, terus bolehkan menyisipkan gambar?

Mohon saran agar majalah ini bisa masuk ke sistem arkas, agar bisa dibeli dengan dana BOS.

Jawab: maksimal 400-500 kata untuk satu halaman (kalo dengan foto maks 400 kata). Jika menyertakan foto maka di bawah foto diberi keterangan.

Untuk berlangganan bisa menghubungi bagian pemasaran (mbak Widya). Usulan agar bisa masuk arkas, sedang dikomunikasikan.


Pertanyaan: Apakah di Majalah suara guru juga ada lomba-lomba? seperti lomba menulis atau lomba2 guru yang lain?

Jawab:  Terakhir di bulan Agustus ada lomba menulis, dengan hadiah yang cukup besar, total hadiah 7,5 jutaan. Kegiatan lomba menulis biasa diadakan saat HUT PGRI.

Bagi yang mengirimkan tulisan ke Majalah Suara Guru, selama ini belum bisa memberikan kabar kepada pengirim tulisan, bahwa tulisannya diterima atau ditolak.

Jika menghendaki membeli Majalah Suara Guru edisi lama atau baru bisa juga melalui marketplace secara online seperti shoppee, lazada, dan lain-lain.

Untuk saat ini pengirim tulisan di Majalah Suara Guru belum bisa mendapatkan honor, hal ini dikarenakan setelah pasca pandemi majalah ini baru mulai bangkit kembali. Jika dulu sebelum pandemi para pengirim tulisan mendapatkan honor.


  • Akses majalah suara guru online, yang dapat di akses pada laman berikut  http://suaraguruonline.com.
  • Cara beli majalah suara guru: hubungi Bu Widya 0878-8228-9299, selain mba Widya, bisa menghubungi staf kami Tyas di nomor +6285814213473.
  • Cara kirim tulisan ke suara guru: majalah.suaraguru@gmail.com.


    Closing oleh narasumber kali ini menyampaikan bahwa dunia literasi tidak hanya menulis, tapi juga menumbuhkan budaya membaca, salah satu caranya dengan memberikan apresiasi kepada teme-teman penulis, dengan membacanya. Bertahannya Majalah Suara Guru juga berkat kontribusi para penulis dan pelanggan majalah.


Minggu, 26 Februari 2023

YUK MEMBUAT BUKU AJAR

 


Judul                 : Yuk Membuat Buku Ajar
Resume ke       : 19
Gelombang       : 28
Tanggal             : 20 Februari 2023
Tema                 : Menulis Buku Ajar
Via                     : WAG KBMN 28
Narasumber      : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd.
Moderator          : Mutmainah

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tiada cara lain untuk bisa menulis, selain menulis secara langsung. Kemudian ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya. Itulah pesan Om Jay kepada penulis Pemula di Pelatihan KBMN gelombang 28 ini.

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama narasumber hebat dan luar biasa. Beliau adalah Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd. yang sudah sekelas dengan Ahmad Fuadi penulis buku terkenal. Buku karya Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd. telah mendapatkan penghargaan dari perpustakaan Nasional sebagai buku terbaik. Semoga menjadi buku best seller untuk kategori buku non fiksi. Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd. selain sebagai seorang konselor dan penulis, beliau juga seorang asesor di BAN PAUD Jawa Timur.  Beliau Lulus cumlaude prodi PAUD UNESA Surabaya dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang untuk meraih gelar doktor Bimbingan dan Konseling. Dan juga merupakan alumni BM 4 asuhannya Omjay. Dan peraih buku terbaik Perpusnas 2021 bersama prof Ekoji dalam tantangan menulis selama satu minggu

Banyak guru yang merasa kesulitan membuat Buku Ajar, hal ini disebabkan karena minimnya wawasan tentang teknik menulus buku. Semoga setelah kita belajar menulis Buku Ajar bersama Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd. menjadikan kita paham menulis Buku Ajar, dan memotivasi kita untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan.

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis.

Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari".

Pramudya Ananta Toer.


Materi yang akan kita pelajari adalah: 

1. Bahan Ajar  VS  Buku Ajar

2. Pentingnya BA dalam pembelajaran

3. Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran

4. Cara Penulisan Buku Ajar

5. Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar


Marilh kita kupas satu persatu.


BAHAN AJAR VS BUKU AJAR
  1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.
  2. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
  3. Bahan Ajar Cetak • Buku Teks, •Buku Referensi, dan Monograf, 

       •Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ 

       •Brosur = Leaflet = Manual      

    Bahan Ajar non-Cetak • Internet = Web Based Courses = e-learning • CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer • Slide • Video/TV • Audio/Radio •Panduan = Petunjuk = Pedoman, •Atlas = Peta •Diagram = Poster   

Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar. Menurut Pannen & Purwanto, 2001, Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran.

PENTINGNYA BUKU AJAR DALAM PEMBELAJARAN

Buku Ajar sangat penting dalam pembelajaran, karena menjadikan:
  1. Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa
  2. Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru
  3. Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja
  4. Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
  5. Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi
Buku ajar sangat penting untuk dibuat oleh guru, dengan mengacu pada Trilogi Pembelajaran, yaitu:
  • Memiliki tujuan
  • Mengandung strategi
  • Mengandung penilaian
Dengan membuat buku ajar, seorang guru dapat lebih paham kebutuhan yang diperlukan peserta didiknya, sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Selain itu juga memliki keuntungan dari buku ajar yang dibuatnya, yaitu
  1. Promosi dan kenaikan pangkat
  2. Mendapatkan insentif
  3. Memperoleh tambahan finansial - royalti
  4. Merupakan eksistensi diri
  5. Sebagai media ekspresi
  6. Mendapatkan branding personal dan institusi
  7. Melakukan penguatan keilmuan, dan lain-lain.
Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran

    Guru adalah sebagai peneliti dan agen aktifitas pembelajaran. Dan sebagai pegangan kita dalam menulis buku ajar adalah pengalaman kita selama mengajar serta kurikulum yang berlaku saat itu. Sebagai guru juga selalu membuat RPP dan silabus, serta mendesain pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan langkah awal untuk memulai membuat buku ajar, dimana desain pembelajaran sama dengan outline calon buku kita, karena dari sini akan menghasilkan buku ajar, buku modul dan diktat.
    Seorang guru juga dapat disebut sebagai peneliti, sehingga dapat menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah, yang semuanya bisa dijadikan bahan untuk membuat sebuah buku.

Adapun jenis-jenis Buku Ajar adalah:
  1. Buku Ajar
  2. Buku Modul
  3. Diktat
  4. Petunjuk Praktikum
  5. Naskah Tutorial
Buku Hasil Penelitian/Pemikiran dapat menghasilkan antara lain:
  1. Buku Referensi,
  2. Monograf
  3. Buku Bernovelty yaitu dari buku hasil penelitian dibuat menjadi buku referensi yang disajikan menjadi buku yang didalamnya terdapat syarat dengan materi yang dibutuhkan oleh guru BK.
Perbedaan BUKU AJAR dengan BUKU TEKS adalah sebagai berikut:

BUKU AJAR memiliki ciri-ciri:
  1. Ditulis dan dirancang untuk digunakan peserta didik.
  2. Menjelaskan tujuan pembelajaran.
  3. Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.
  4. Strukturnya berdasarkan kompetensi ynag akan dicapai.
  5. Ada pemberian kesempatan latihan bagi peserta didik.
  6. Selalu memberikan rangkuman.
  7. Kepadatan berdasarkan kebutuhan peserta didik.
  8. Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.
  9. Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari peserta didik.
  10. .Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar.
BUKU TEKS memiliki ciri-ciri:
  1. Ditulis terutama untuk digunakan guru atau pembaca umum, dipasarkan secara luas.
  2. Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran.
  3. Disusun secara linier.
  4. Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (content).
  5. Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa.
  6. Belum tentu ada rangkuman.
  7. Materi buku teks sangat luas.
  8. Dikemas untuk dijual secara umum.
  9. Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai.
  10. Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.
Cara Penulisan/Penyusunan Buku Ajar
  1. Penataan Informasi (Compilation Text), guru melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPP yang telah disusun.
  2. Pengemasan Kembali (Information Repacking), guru melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalam RPP.
  3. Menulis Sendiri (Starting From Scratch), guru menulis sendiri berdasarkan kepakarannya sesuai RPP mata pelajaran yang diampunya.
PROSEDUR KOMPILASI:
  • Kumpulkan seluruh buku, artikel, jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPP.
  • Tentukan bagian-bagian buku, artikel, jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPP.
  • Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPP
  • Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPP
  • Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB.

  • Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada peserta didik).

  • Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman peserta didik untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.

PROSEDUR PENGEMASAN KEMBALI INFORMASI:
  • Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai silabus dan RPP).
  • Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah).
  • Kemudian ditambahkan kemampuan/kompetensi yang akan dicapai.
  • Berikan petunjuk belajar bagi peserta didik yang meliputi: Latihan, Ringkasan, Umpan Balik, dan Evaluasi Formatif.
.Apa yang menjadi pertimbangan bahwa penulisan buku ajar sebaiknya dilakukan oleh guru dengan menulis sendiri? Hal ini karena guru:
  1. Merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu).
  2. Mempunyai kemampuan menulis.
  3. Memahami kebutuhan peserta didik dalam bidang ilmu yang diampunya.
  4. Memiliki kemampuan mendesain pembelajaran.
   
 PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MATERI BUKU AJAR
  1. PRINSIP RELEVANSI. Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
  2. PRINSIP KONSISTENSI/KEAJEGAN. Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam.
  3. PRINSIP KECUKUPAN. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
SISTEMATIKA BUKU AJAR

Biasanya tergantung dari penerbit juga ya, tetapi kita sbg seorang guru juga memiliki kesiapan untuk menata outline buku kita sendiri yaitu: BAB 1 Pendahuluan

Penyajian

Penutup

Daftar Pustaka

Senarai (glossary)


Tinjauan Mata Pelajaran : Prakata  

֍ Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi Mahasiswa 

֍ Identitas Mata Kuliah 

֍ Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar 

֍ Kegunaan Mata Kuliah bagi Mahasiswa 

֍ Capaian Pembelajaran Mata kuliah


BAB I 

Kemampuan Akhir 

Indikator 

Pendahuluan, terdiri dari: 

֍ Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang 

     cakupan bab tersebut.  

֍ Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman 

     yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi 

     mahasiswa.


Penyajian:     

֍ Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis 

     materi) dan diikuti dengan contoh-contoh. 

֍ Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi. 

֍ Tugas dan Latihan yang dilakukan mhs setelah 

      membaca uraian materi. 

֍ Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang 

     dibahas.


Penutup, terdiri dari:   

֍ Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan 

      Akhir. 

֍ Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci 

      jawaban tes). 

֍ Tindak lanjut.


Diperlukan juga: DAFTAR PUSTAKA 

SENARAI, berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan. 

DAFTAR INDEX (jika diperlukan).


    Dan sebagai kata penutup dari narasumber, guru merupakan sosok yang akan ditiru, guru sebagai model yang akan menjadi figur, daya pandang siswa tak terukur karena melihat sosok guru idaman. Torehan guru menjadi prasasti bagi siswa, maka lantas guru mau seenaknya tanpa harus menjawab kebutuhan siswa yang sesungguhnya?? Sungguh tidak manusiawi jika seorang tidak merancang pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa. Oleh karena itu marilah kita menjadi seorang guru yang memiliki komitmen untuk menghargai diri sendiri sebagai seorang yang sangat ditunggu siswa. Jadilah guru yang kreatif, desainlah pembelajaran yang menarik, buatlah buku ini sebagai hasil karya guru yang ditunggu.


Selanjutnya sesi tanya-jawab antara peserta dan narasumber:

Pertanyaan 1:

Assalamualaikum ibu.saya ibu Umatun Nur Islamiyati,dari Magelang. Pertanyaan Bagaimana langkah langkah membuat buku ajar yang bermutu? Maturnuwun.

Jawab: Buku bermutu yg bisa mengukur adalah masing-masing guru pengampu mata pelajaran, RPP yang dibuat itu dasarnya, sesuai kurikulum dan saat ini didukung bagaimana implementasi dengan merdeka belajar itu sangat dibutuhkan saat ini, kolaborasi kurikulum, seni merancang ide-ide guru tentunya yang sesuai dengan kondisi dan karakter siswa di mana siswa itu berada.


Pertanyaan 2:

Imro'atus Sholihah_Jombang Jatim. Ada istilah bahan ajar, modul ajar, dan diktat. Sepertinya ketiganya hampir sama? Di antara tiga itu mana yang lebih tepat dibuat dan digunakan? Bahan ajar biasanya dipakai di kalangan sekolah sendiri, kalau seperti ini siapa yg mengesahkan agar ada nilai KUMnya? Terima kasih.

Jawab: ini buku hasil tuangan dari bahan ajar sendiri, sesuai kurikulum dan sisi RPP masing-masing guru, semua dapat dihargai dan ada nilai KUM, namun yang paling tinggi nilai KUM nya adalah buku hasil penelitian yaitu buku monograf dan referensi.


Pertanyaan 3:

Selamat malam, perkenalkan nama saya Hasbi Aprizal, yang ingin ditanyakan adalah bagaimana caranya untuk menuliskan sebuah referensi di dalam buku ajar ?

Jawab: Nah ini menarik sekali pertanyaannya, semoga Bapak Hasbi juga seorang guru yang ingin menuangkan unek-uneknya sampai menulis buku referensi. Nah ini dipecah dari buku referensi menjadi buku ajar. Tentunya buku referensi ini adalah hasil penelitian yang didukung oleh beberapa temuan sebelumnya yang bisa mendukung hasil penelitian secara ilmiah. Dan ini sangat mengerucut. Kalau referensi berdasakan penelitian kalau buku ajar hasil desain seorang guru dari RPP nya. 

Bagaimana mengkolaborasikan antara referensi ke buku ajar?

Tentunya adalah guru bisa mengambil cuplikan hasil penelitian atau materi yang sangat menarik di antara materi yang sudah disiapkan diangkat menjadi sebuah buku ajar, ini menarik sekali, seperti buku saya yang menang tersebut adalah hadil peneltian di kampus, karena menarik saat itu perlu ilmu tentang belajar jarak jauh terutama ilmu BK yaitu bagaimana peserta didik memiliki sikap menghormati/menghargai guru/dosen dalam belajar, ini yang saya angkat dalam buku saya tersebut. Ini namanya buku bernovelty, buku yang ada ruhnya. Bapak ibu bisa mengangkat salah satu rancangan yang sudah tersedia, ambil salah satunya baru dicarikan teorinya, sebagai bahan referensi terkait keilmuan tersebut. Jadilah buku ajar yang sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh peserta didik karena guru mengangkat buku tersebut dari pengalaman guru itu sendiri di kelas.


Pertanyaan 4:

Farida Lisanti - Assalamualaikum Bunda Muda dan Bunda Emut 🙏

Saya sangat tertarik dengan materi yang disampaikan 👍 karena saya juga pernah ikut tim penyusun buku ajar bahasa daerah setempat yang direkrut Dinas Pendidikan, namun saya mendapat kendala ketika buku ajar sudah siap diajarkan kepada siswa di sekolah-sekolah ternyata banyak guru yang mengajar mapel mulok bahasa daerah ini kesulitan dalam menyampaikan materi sebab mengajarkan bahasa daerah setempat, sedangkan gurunya berasal dari propinsi lain. Apa yang harus dilakukan saya pribadi, dan Dinas Pendidikan agar pembelajaran bahasa daerah ini dapat dilaksanakan dengan baik? Terima kasih Bunda.

Jawab: Nah ini juga sangat menarik, kita membuat buku juga berdasarkan hasil observasi bahwa nilai kebutuhan buku tersebut yang akan menggunakan harus sesuai, syukur-syukur juga melakukan penyebaran angket untuk kebutuhan buku selain observasi dan wawancara. Terkait kebutuhan buku tersebut di atas sudah saya jelaskan terkait kemampuan menulis dasarnya adalah:

' Penguasaan Ilmu

, Kemampuan Berbahasa

, Komitmen Guru

Itu bekal dasar bagaimana kita menulis buku yang bermanfaat.


Pertanyaan 5:

Saepul Hikmah asal SMPN 1 Rengasdengklok Karawang. Pertanyaan Kehadiran guru di kelas tidak bisa digantikan dengan yang lainnya wabilkhusus dalan tranformasi ranah  afektif. Bisa digantikan kah aspek ini andai diganti selain guru? Misal dengan media yang tadi telah disebutkan terimakasih

Jawab: 

Wah bagus sekali pertanyaannya. Afeksi adalah tentang sikap, dan ini buku saya banget.

ini ttg afektif bapak. Bagaimana menjaga komunikasi antara guru dengan siswa, secara online. Tetapi buku saya ini ada kemampuan seorang guru yang digiring agar guru itu bisa mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap kita, dan itu guru bisa tahu walau secara online. yaitu membahas teori komunikasi impersonal.

Hemmm nampknya harus baca buku ini pak hehe. Transformasi ranah afektif ini tentang bagaimana mencari tahu hubungan komunikasi kita dengan siswa. Namanya guru bisa membaca komunikasi secara impersonal, atau jarak kebatinan hehehehhe. Baca njih bapak buku saya itu, kalau saya sebutkan disini kurang waktunya, ini sangat banyak materinya, semanagttttt. Tunggu bedah buku saya yaa....materi akan lebih lengkap.


Pertanyaan 6:

Assalamualaikum. Saya Maria Ulfa_Asal Lombok. Ijin bertanya:

1. Manakah yang paling mungkin dibuat oleh seorang guru seperti saya Bunda?

2. Mengapa pengetahuan tentang Buku Ajar dan Bahan Ajar ini sangat penting untuk kita kuasai? 

Terima kasih

Jawab: 

Hehehe buku ajar itu sama dengan mengupas diri sendiri sebagai guru mata pelajaran yang diampu. Pengetahuan tentang mata pelajaran ini kan guru tersebut yang mendesain indikator-indikatornya.Ini ruhnya buku ajar. Jika kita tahu ruhnya buku, maka mengajar itu sangat mudah. Dan luapan emosi kita dalam merancang buku itu akan mengikuti gaya pembuatan buku ini, sehingga buku ini akan tepat sasaran apa yang dibutuhkan peserta didik, karena yang lebih tahu kebutuhan peserta didik ini adalah guru yang bersangkutan. Yesss semangattt ya bapak ibu karena guru adalah model bagi siswa.


Pertanyaan 7:

Assalamualaikum ibu, saya Dewi indria dari Seruyan Kalteng. Materi yang sangat saya nanti karena saya ingin sekali bisa membuat buku ajar sendiri dan malam ini dapat tercerahkan dengan materi yang ibu sampaikan. Pertanyaan saya, apakah buku ajar ini berasal dari RPP kita yang kemudian kita tuangkan dalam buku ajar tersebut? Kemudian apakah buku ajar ini juga berisi materi dan juga soal-soal sebagaimana buku LKS?

Jawab: Wah ini kerenn banget, seperti apa kesungguhan dalam mewujudkan keinginan untuk membuat buku? Mari buktikan bersama saya ya bu hehehheh, kayaknya yang siap didampingi dalam menulis buku ajarnya yeeeee. Betul sekali, buku ajar ini diisi dengan rancangan yang akan dibangun untuk menyampaikan materi ibu. Desain Isi seperti apa itu, ibu yang tentukan sendiri tentunya. Mengikuti karakter dan kemampuan siswanya. Ini yang dikatakan bukunya ada ruhnya. RPP itu bahasan dari indikator yang syarat dengan kompetensi yang akan dicapai. Langkah-langkah penulisan bukunya akan disesuaikan dengan ide-ide kreatif yang ada dalam angan-angan ibu. Tentunya saat ini siswa kita sudah masuk era gadgeting yaa, kita harus lebih banyak menggunkan buku yang milenial yang di kombain dengan materi yang sesuai. Untuk soal-soal dan LKS ini kan rancangan dari guru sendiri, bisa juga diangkat sebagai permasalahan yang harus dituntaskan.


Pertanyaa 8:

Assalamualaikum bunda Mudafiatun. Saya mau bertanya:

1. Apakah RPP itu termasuk bahan ajar? Karena di dalamnya juga ada ringkasan materi, dan alat penilaian yang guru buat sendiri.

2. Apakah modul yang kita buat bisa dikumpulkan dan dijadikan bahan ajar? Apakah bisa diterbitkan menjadi sebuah buku yg ber ISBN? Terimakasih bunda, terimakasih mbk Mut.

Jawab: 

RPP bukan bahan ajar tetapi RPP bisa dipakai sebagai outline bahan ajar. Modul kita ini bisa dibuat bahan ajar dan bisa banget. Tentunya sesuai persyaratan buku ber-ISBN, semua hasil karya karsa guru bisa di-ISBN-kan. Hal ini sangat mudah.


Pertanyaan 9:

Selamat malam bu.. 🙏🏻 Nama Saya Siti Badriyah dari Lamongan. Izinkan saya bertanya: Dalam kurmer guru dibebaskan untuk mengembangkan kemampuannya dan kemampuan siswa. 

  1. Apa manfaat bahan ajar yang kita buat sendiri dibandingkan bahan ajar yang sudah disiapkan negara? 
  2. Bagaimana cara membuat bahan ajar yang menarik?

Jawab: 

Kerenn banget, ya memang siswa diberi kebebasan untuk mengasah kemampuannya, maka guru harus punya inisiasi yang super. Bahan ajar yang menarik adalah bahan ajar yang bisa memenuhi kebutuhan siswanya. Seperti apa kebutuhan siswanya? Siswa akan belajar mandiri yang diberi kebebasan untuk mengolah info dari guru. Bagaimana buku yang tepat bagi siswa yang belajar mandiri? Ya guru harus memfasilitasi buku modul. Langkah-langkah pembelajaran dan kegiatannya disatukan dalam buku modul atau buku panduan. Apkah buku modul bisa ber-ISBN ? Yaa bisa banget, tentunya mengikuti kriteria penulisan buku modul.


Pertanyaan 10:

Ijin bertanya bu. Saya Dyah dari Kab. Bandung Barat.

1. Ada istilah RPS dan RTM, ini kepanjangannya apa ya?

2. Jika menulis buku ajar tentang penggunaan sebuah aplikasi, apakah harus menggunakan aplikasi versi terbaru atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah?

3. Untuk buku dari hasil PTK termasuk ke dalam kategori buku apa?

Jawab:

1. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan Rencana Tugas Semester Mahasiswa (RTM)

2. Buku ajar saat ini memang di sarankan mengikuti siswa yg kekinian. Bagaimana dengan aplikasi? ya sangat bagus apalagi menciptakan sendiri aplikasi dan implementasinya.

3. Buku hasil PTK, bisa masuk sebagai buku referensi yang bobotnya tinggi, KUM nya bisa 40 full, masuk juga sebagai buku monograf, karena PTK adalah bagian dari hasil penelitian.


MERAMU HASIL BELAJAR