Kamis, 26 Januari 2023

YANG TERABAIKAN NAMUN TETAP BERSINAR

Masih ingatkah dengan tanaman ini???
Iyaaa dialah anthurium plowmanii atau wafe of love, jika di Indonesia lebih familier dengan nama gelombang cinta. Tanaman ini dari genus anthurium dari keluarga keladi, araceae. Asal mula tanaman ini berasal dari Peru, Bolivia, dan Brazil.
Beberapa waktu yang lalu tanaman ini sempat booming di seluruh pelosok Indonesia, harganyapun selangit, dilihat dari jumlah daunnya dan besar kecilnya daun. Bahkan para penjual bunga ini harus menyimpannya lebih hati-hati, jangan sampai rusak atau robek daunnya, bahkan jangan sampai ketauan dari pencuri bunga waktu itu. Sungguh fantastik.
Seiring berjalannya waktu, gelombang cinta pun akhirnya tergeserkan posisinya, sudah tidak lagi menjadi trend, sudah tidak lagi menyandang ratunya para bunga. Demikianlah kehidupan di dunia ini, sama seperti gelombang cinta. Maka dari ketika sedang naik daun, sedang populer, sedang dielu-elukan banyak orang, janganlah memjadikan kita sombong dan takabur. Jika sudah tidak memiliki jabatan, sudah tidak populer lagi, maka akan seperti gelombang cinta tadi, diabaikan bahkan tidak dihiraukan.
Jadilah manusia dengan kerendahan hatinya, menerima segala kekurangan, jika dikritik terimalah dengan ikhlas dan anggap sebagai koreksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Karena di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah ta' ala.

Lihatlah tanaman ini
Tanaman yang malang, tidak ada yang mempedulikannya, bahkan dianggap tanaman pengganggu karena memang mudah berkembang biak. Spesifikasi tanaman ini adalah:
Nama ilmiah: Dieffenbachia amoena
Klasifikasi lebih tinggi: Daun bahagia
Tingkatan takson: Spesies
Meskipun demikian jika tanaman ini dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang, maka ia akan tumbuh sesuai cinta kasih yang didapatkannya.
Lihatlah yang ini juga, dia tumbuh subur dengan warnanya yang cantik. Bersih daunnya juga terawat bagus. Dia pun layak menempati pojok ruang kita, menambah indahnya tata ruang.
Ini pun tak kalah cantik untuk kita letakkan di teras rumah, menambah keasrian rumah kita. Tanaman ini disebut Monstera deliciosa, tanaman keju Swiss atau philodendron daun terbelah adalah spesies tanaman berbunga asli hutan tropis Meksiko selatan, hingga Panama.Tanaman ini telah diperkenalkan ke banyak daerah tropis, dan telah menjadi spesies yang agak invasif di Hawaii, Seychelles, Pulau Ascension dan Kepulauan Society.
Pembaca yang budiman, semoga tulisan ini dapat kita ambil hikmah positifnya. Tetap tebarkan kebaikan dimanapun kita berada.

Rabu, 25 Januari 2023

Semangatku Tetap Membara Meski Fisikku Sedang Melemah


Kobarkan Semangat Dikala Fisik Melemah

Salam sehat untuk pembaca tercinta

Sudah dua hari saya tidak enak badan, mungkin karena kelelahan dengan aktivitas sebelumnya yang lumayan padat. Ternyata tubuhpun butuh rehat sejenak.

Dengan kondisi badan yang tidak memungkinkan saya mengajar di sekolah tentu saja tetap ada yang mengganjal di pikiran, saya merasa bertanggung jawab dengan pembelajaran yang saya tinggalkan. Dan saya pun tidak ingin memangkas hak anak yang harusnya dapat tambahan ilmu dari saya. Hal ini tentunya membuat saya harus memutar otak mencari cara agar anak tetap dapat belajar dengan senang. Kebetulan setiap pelajaran saya, anak-anak yang memiliki hp saya persilahkan dibawa, hal ini juga menjadikan saya lebih mudah untuk memberikan tugas saat saya tidak di kelas, dan juga memudahkan saya memantau kegiatan anak di kelas.

Setiap pagi sebelum bel tanda masuk dibunyikan, saya sudah memberikan pesan melalui WAG untuk seluruh siswa kelas 7 agar mereka menjalankan literasi pagi, yaitu saat bel masuk berbunyi anak-anak berbaris untuk memasuki kelas yang dipimpin oleh ketua kelas, kemudian setelah di dalam kelas melakukan doa bersama dipimpin ketua kelas, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu dirigen secara bergantian urut absen, kemudian terakhir menyebutkan motto SMPN 1 Kalibening (beriman - berprestasi - berbudaya) secara bersama-sama. Semua kegiatan tadi tidak lupa untuk didokumentasikan, saya menunjuk wakil ketua kelas sebagai dokumentatornya, kemudian diserahkan ke saya melalui link Google form. Alhamdulillah literasi pagi yang sudah saya terapkan sejak semester satu hingga sekarang berjalan lancar. Saya pun sangat senang melihat kondisi seperti ini, karena ini akan menjadi pembiasaan yang baik untuk anak-anak, dan seandainya ada bapak ibu guru yang terlambat masuk maka anak akan terkondisikan di dalam kelas dengan tertib. Hal ini karena sekolah kami di daerah pegunungan yang rawan bencana tanah longsor, sedangkan bapak ibu guru banyak juga yang berasal dari daerah bawah, sehingga kendala di jalan aerung ditemui.

Untuk pemberian tugas ke anak pun saya buat yang menarik agar anak tidak jenuh. Kali ini saya menyampaikan materi tentang Makhluk Hidup dan Benda Mati. Saya membuka pelajaran di WAG kemudian saya share video pembelajaran tentang materi tersebut. https://youtu.be/pQXlv3UBNXo. Anak-anak dipersilahkan menonton berkelompok karena tidak setiap anak yang membawa hp ada kuotanya. Setelah menonton video pembelajaran tersebut, anak-anak saya suruh merangkum apa yang disampaikan di video tadi, hal ini saya lakukan karena saya ingin membiasakan anak menulis dan menyimak, ini saya sapatkan dari pengalaman saya mengikuti pelatihan menulis di KBMN 28. 

Menulis awalnya harus dipaksakan, sampai benar-benar menjadi suatu kebutuhan, tentu saja hal ini memerlukan sebuah proses. Demikian juga saya sedang berproses untuk membiasakan menulis setiap hari 

Setelah periksa, ada sugesti lega di badan, rasanya badan yang lemah menjadi lebih kuat lagi. Semoga besok pagi saya bisa menyapa anak didik saya secara langsung. Kangen rasanya tidak bertegur sapa dengan anak-anak, tertawa bersama, kadang pun harus berbicara agak keras karena tingkah anak-anak yang kadang terlalu over, meskipun demikian kita harus sadar kembali...karena itulah dunia mereka, kita harus mengarahkan dengan sabar dan ikhlas, semoga kelak membawa kebahagiaan bagi mereka. Aamiin.
Demikian sepenggal rindukku untuk kalian.

Senin, 23 Januari 2023

TRIK MENCEGAH VIRUS WRITER'S BLOCK

 



TRIK MENCEGAH VIRUS WRITER'S BLOCK


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Selamat berjumpa kembali pejuang literasi milenial, sambil menikmati kopi panas dan cmilan malam  menggoda lidah yang telah menemani saya mengikuti pelatihan menulis hari ke 7 dengan narasumber ibu Ditta Widya Utami, S.Pd. Gr. pada hari Senin tanggal 23 Januari 2023 pada pukul 19.00-21.30 wib melalui WAG, dengan moderator ibu Raliyanti, S.Sos., M.Pd. 

Narasumber kali ini adalah seorang ibu muda yang cantik, baik hati dan tidak sombong serta memiliki segudang prestasi yang luar biasa dan sangat menginspirasi. Beliau adalah Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Untuk mengenal bu Ditta lebih detail silahkan kunjungi profil beliau di sini https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1 atau bisa juga mengunjungi kompasiana bu Ditta https://www.kompasiana.com/ditta13718 

Pernahkah kita merasa tidak ada mood menulis? Hilang ide, terhenti ditengah jalan? Waah jangan-jangan terkena virus WB tuuh.. Apaan itu yaa.. Apakah menular? Bagaimana menanganinya? demikian pertanyaan pematik yang disampaikan moderator bunda Rali sebelum materi disampaikan.

Tema malam ini adalah "Mengatasi Writer's Block", masih banyak yang belum paham dengan istilah Writer's Block (WB) terutama bagi penulis pemula seperti saya. Sebelum menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan Writer's Block, narasumber kali ini menceritakan perjalanan menulisnya yang sudah dia geluti sejak Sekolah Dasar. Sebelum sekolah di SD bu Ditta sudah menyukai dengan bacaan cerita anak-anak, kemudian saat beliau masuk Sekolah Dasar sudah memulai suka dengan menulis, saat itu suka menulis buku diary. Ketika di SMP, sering mengirim tulisan ke mading sekolah dan pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca bergiliran oleh teman-teman. Kemudian atas arahan guru Bahasa Inggris, bu Ditta disarankan menulis diary dalam bahasa Inggris. Kegiatan menulis diary ini berlanjut sampai bangku SMA, bahkan beberapa teman dekat yang membaca diary bu Ditta sempat berkomentar bahwa tulisannya sudah seperti novel.

Ternyata kegiatan menulis bisa menjadi self healing yang baik, bahkan saat ini beberapa psikolog ada yang menyarankan kepada para pasiennya untuk menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi dan sebagainya. Berkat hobinya menulis sejak kecil inilah akhirnya berbuah manis, saat kuliah bu Ditta pernah membuat Buku Petualangan Kimia bersama rekannya dan diikutsertakan dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa di Jurusan, dan Alhamdulillah meraih posisi kedua. Masih bersama teman-teman kuliahnya berhasil membuat proposal dana hibbah untuk Asosiasi Profesi dari Dikti dan bisa cair sebesar 40 juta pada tahun 2009-2012, sungguh nominal yang sangat besar untuk saat itu.

Kegiatan menulis bu Ditta di awal mulai bekerja sempat vakum karena kesibukkan Mengajar di boarding school dengan aktivitas yang padat. Hingga akhirnya di awal masa pandemi, beliau mengikuti kelas menulis bersama PGRI dan masuk di angkatan ke-7. Berawal dari arahan untuk membuat resume, membuatnya kembali aktif menulis di blog. Bahkan berkesempatan menulis bersama Prof. Eko. dan Alhamdulillah menjadi 1 di antara 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Eko) yang bukunya terbit di penerbit mayor. Luar biasa semangatnya narasumber kali ini. Dari kebiasaan menulis ini juga akhirnya bu Ditta bisa menyelesaikan soal esai diseleksi Calon Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan lulus. Alhamdulillah saat ini sedang bertugas lagi di Angkatan 6.

Disadari atau tidak ternyata menulis memiliki banyak manfaat. Ada yang menulis karena hobi, kebutuhan, tuntutan profesi, dan lain sebagainya. Apa pun alasannya, aktivitas menulis memang tak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbahasa dan berbudaya.

Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Oleh karena itu tak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dll. Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tidak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan, tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya.


Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Secara gampangnya WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis, tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya, yang mana hal ini dapat terjadi karena disadari ataupun tanpa disadari.  Virus WB ini bisa terjadi berulang, me-reinfeksi kita sebagai penulis. Maka kita perlu mengenali penyebab virus WB ini.


  • Mencoba metode/topik baru dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB. Misal ketika jadi penyebab: Ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB.
  • Stres, dalam Kamus Psikologi diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik.
  • Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress. Pada akhirnya, jangankan menulis, kita bisa merasa jenuh dan suntuk. Terserang WB deh. Dengan mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi, seperti melakukan hal-hal yang disukai untuk refreshing. Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Karena dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB.
  • Terlalu Perfeksionis, seperti yang dikisahkan bu Ditta pengalaman menulisnya sewaktu di SMP, jika saya membuka kembali diary berbahasa Inggris yang saya tulis saat duduk di kelas 2 SMP, saya akan tersenyum bahkan tertawa sendiri. Grammarnya saja banyak yang tidak sesuai, tapi saya tetap PD menulis 😄 tak hanya satu, ada dua atau tiga diary. Tapi, justru itulah salah satu kunci menghadapi WB. Bila saat itu saya terlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah tulisan saya sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung, demikian disampaikan oleh bu Ditta. Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas, ternyata bisa mengatasi virus WB.
Demikian materi yang sangat menarik telah disampaikan oleh narasumber kita yang hebat ini, semoga semakin mengisnpirasi kita untuk selalu menulis setiap hari. Seperti yang bu Ditta sampaikan "Bukankah tulisan yang buruk jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai?" sungguh ucapan yang bisa kita jadikan cambuk bagi penulis pemula agar jangan patah semangat dalam menulis.

Selanjutnya sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderastor yang handal yaitu bunda Rali, diantaranya sebagai berikut:

P1

Assalamulaikum bu dita salam kenal saya Nurhasnah dari UPT SMP N 2 Tigataksa ibu aktivitas PP angk 3 dan 6 artinya ibu jadi pp 2 kali.benarkah? Bukannya hanya satu kali dibolehkan. keren banget bu. Apa tips ibu menulis  dalam Bahasa Inggris.sementra jurusan ibu IPA? Thanks


Wa 'alaikum salam Bu Nurhasanah 🥰🙏🏻

Betul, saya dan teman-teman di Subang ditugaskan dua kali. Hal ini sesuai surat edaran dari Kemdikbud yang intinya bila pernah menyelenggarakan PGP, maka PP diambil dari angkatan sebelumnya, jika kurang akan ditambah dg PP baru dg seleksi reguler.

Terkait bahasa Inggris, saat SMP saya dan 3 sahabat lain ikut les privat Bun tapi gurunya berbeda dg guru B. Inggris yang meminta saya menulis diary berbahasa Inggris. Saya selalu ingat yg disampaikan oleh guru saya, bahwa belajar bahasa Inggris itu, tak bisa hanya bicara. Perlu dilatih pula kemampuan mendengar dan menulis dalam bahasa Inggris. Yah, sebagaimana Tes TOEFL dan semacamnya. Kan tidak hanya kemampuan reading saja yang dites. Hehe

Tips nya sederhana, just do it. Orang Inggris asli pun tidak selalu terpaku pada grammar kok.

Nah kita menulis di chat pun kan tidak melulu menggunakan SPOK toh? 😁

Yang penting, kita ngomong/nulis mereka paham, dan mereka ngomong/nulis dan kita paham. That's it. Ini kata master bahasa Inggris saya. Hehe

So, PD saja Bun 😉

Kalau masih khawatir kan skg hidup sudah semakin mudah, bisa dibantu dicek oleh teman atau oleh Mbah Google.


P2

Mugiarni dari Kabupaten Tangerang. Salam kenal bu.

Almarhum suami saya juga dari Subang. ( Kalijati)👏👏

Pertanyaan

1. Bagaimana cara memulai untuk memperkenalkan budaya digital pada anak SD.

2. Mengingat sekolah tempat saya mengajar bukan kategori lingkungan yang baik. Orang tua murid cenderung mengatur guru, sementara dengan kondisi mereka yang berpengetahuan level bawah?Terimakasih


Salam kenal juga Bunda.

Wah, Kalijati dekat dari rumah. Sekitar 20 menitan saja ☺️

https://www.kompasiana.com/amp/ditta13718/62f536faa51c6f7f06629172/literasi-digital-kemkominfo-bagian-1-literasi-dan-budaya-digital 

Untuk menjawab pertanyaan pertama, artikel yang pernah saya buat mungkin bisa sedikit menambah wawasan kita terkait Budaya Digital.


Tulisan tersebut saya buat setelah mengikuti mengikuti Literasi Digital Sektor Pemerintahan Daerah Jawa Barat Tahun 2022 (BPSDM) Batch 5 Bertema Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Pemberdayaan Kapasitas Teknologi Digital Kementerian Kominfo.

Selanjutnya bisa juga membaca Bagian Kedua tentang Etika Digital:

Untuk yang nomor dua, saya jadi teringat dengan pengalaman salah satu Guru Penggerak di Angkatan 3. Beliau juga kurang lebih mengalami hal yang sama.

Salah satu kuncinya ada di *komunikasi*. GP saya menemui tokoh dari kelompok yang anti terhadap sekolah. Tidak sekedar tatap muka di sekolah, GP saya bahkan datang langsung ke rumah beliau. Alhamdulillah hasilnya positif, malah tokoh tersebut jadi curhat terkait hal-hal yang membuatnya anti pada sekolah.
Mungkin bisa dicoba juga Bun.
Sampaikan dengan niat yang baik dan tulus dari hati. Karena apa yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati pula 😊
Semoga bisa membantu (kalau nanti mau wapri juga boleh) 🙏🏻

P3

Assalamu'alaikum

Indah - Banjarnegara

Bagaimana cara mengatasi WB saat kita mengikuti 3 pelatihan sekaligus,, seperti yang saya alami saat ini, saya mengikuti pelatihan KBMN 28, tapi juga minat dengan tantangan Prof. Ekoji, dan juga program dari pak Dail...semuanya hanya membutuhkan waktu singkat, kadang kalo digunakan untuk membaca-baca seperti ada waktu yang hilang, mohon pencerahannya agar semuanya dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan


Wa 'alaikum salam Bu Indah 🥰

Setengah dari pertanyaan adalah jawaban. Saya yakin sebetulnya Bu Indah sudah tau jawaban cara mengatasi WB yang berkaitan dengan waktu. 😊

Kalau saya di posisi Ibu, saya akan membuat skala prioritas dan jadwal menulis. Insya Allah ketiga-tiganya akan bisa dijalani dengan baik asal kita istiqomah dengan jadwal yang telah kita tetapkan. Cari dan kenali waktu emas Bu Indah dalam menulis (karena tiap orang bisa berbeda). Apakah Bu Indah senang menulis di kala subuh? Sebelum tidur? Saat jeda istirahat? Menulislah di waktu terbaik tersebut 😊

Semoga membantu 🙏🏻


P4

Assalamualaikum....

Saya Wahyuning dari Jakarta Pusat. Kalimat akhir yang menusuk di dada, tulisan buruh lebih baik dari pada tulisan yang tidak selesai. Nyesek dadaku Ibu guru hehe.....tapi boleh donk berikan tips dan trik dari Bu Dita yang cantik ini untuk saya agar bisa menyelesaikan satu persatu karya yang masih menjadi draft di laptop? terima kasih


Eheheh

Tenang tenang, saya juga pernah kok membuat tulisan tulisan buruk. Tapi toh itu tetap berkesan ketika dibaca ulang 😁

Tips dari saya, coba buka kembali kemudian kelompokkan. Siapa tau bisa jadi buku 👍🏻

Buku solo pertama saya berjudul Lelaki di Ladang Tebu juga asalnya kumpulan draft cerpen di laptop.

*Kuatkan tekad*, olah kembali. Kalau bisa sambil membuat daftar isi. Mulai dari akhir (bayangkan bukunya sudah jadi, bukan sekedar draft lagi). Dan tentu saja: mulai menulis.

Mari kita ingat bersama bahwa menulis adalah kata kerja. Artinya harus dilakukan baru ia akan bermakna. Semangat!

P5

Assalamu'alaikum Wr Wb  ..

R. Agung PS_ Jakarta_

Saya sudah merasakan writer's block ketika tulisan saya sedikit yang membaca.  Muncul di sana keengganan untuk menulis lagi. Apakah yang harus saya lakukan. Menulis dengan topik aktual tetapi kurang dikuasai, atau terus menulis tanpa menghiraukan jumlah pembaca?


Wa 'alaikum salam

        Pa Agung, saya juga pernah merasa di posisi Pa Agung. Sedih memang ketika sudah menulis dengan kesungguhan hati namun masih sedikit yang membaca. Tapi, kalau boleh saya tanyakan ... apa sebetulnya niat Pa Agung dalam menulis? Seingat saya Prof Eko juga menyarankan agar kita menulis sesuai dengan minat kita atau yang kita kuasai. Namun, jika niat P Agung memang menulis agar bisa dibaca banyak orang, banyak cara yang bisa ditempuh.

        Tetap konsisten menulis dan berbagi tulisan, atau ikut kelas menulis khusus untuk freelance seperti ghost writer, content writer, dll. Berbeda jika ternyata P Agung memiliki niat lain. Misal, untuk berbagi pengalaman. Maka, jangan jadikan jumlah pembaca sebagai patokan. Karena setiap penulis akan menemukan takdir pada para pembacanya. Yakin, bahwa setiap tulisan yang kita buat akan tetap bermanfaat walau hanya untuk satu orang. Bukankah, satu tulisan yang bermanfaat atau menginspirasi bagi satu orang, akan lebih baik daripada tulisan yang dibaca banyak orang tapi mudah dilupakan?
        Saya yakin, jika P Agung tetap menulis, kelak tulisan P Agung akan dibaca oleh banyak orang, sebanyak yang Pak Agung mau, insya Allah 😊

Semangat, Pak 👍🏻


P6

Assalamu'alaikum

Nama saya Rahman Sumenep, Mau tanya bu, bagaimana cara kita untuk menghilangkan rasa keragu-raguan saat menulis, karena ide mandek di tengah jalan. Terima kasih🙏🏻


Wa 'alaikum P Rahman.

        Yuk, menulis dengan teknik free writing alias menulis bebas. Saat mandek, coba tulis saja: "Sekarang ini saya sedang buntu menulis. Entah mengapa tiba-tiba mandek. Seperti sedang berlari sprint lantas menabrak tembok .... dst." Atau bisa juga: "Jujur, saat ini aku ragu. Ragu jika tulisanku ini seindah pelangi. Seharum mawar. Atau sebaik intan yang akan dipandang banyak orang. Banyak ketakutan yang muncul dalam benakku ... dst"

        Nah kan meski mandek, dengan teknik free writing (biarkan tangan menulis dan ide muncul belakangan, tak perlu bingung benar salah yang penting nulis). Eh belom beres ya 😅 Dengan teknik free writing, insya Allah bisa kabur tuh virus WB nya 😁
Selamat mencoba 😊🙏🏻

P7

Assalamualaikum, saya Maria Ulfa dari Lombok,  pertanyaan saya:

1. Apa kita jg bisa meraih mimpi seperti Ibu Ditta yang hebat, walau kami tidak se-getol Bu Ditta?

2. Apa yang paling penting dipersiapkan utk menjadi seorang penulis. Terima kasih


Wa 'alaikum salam Bu Maria 😊

1. Pasti bisa dooong 😎 *yakin*.

2. Mental seorang penulis.

Jika berkenan, silakan simak video yang saya buat tentang mental seorang penulis ya Bun :


https://youtu.be/UkRDLmA4dUY 



P8

Saya Umatun nur islamiuato peserta KBMN 28 dari Kemenag kab Magelang jateng.saya penulis awam dan masih awal.semangat menulis karena kagum kpd Bunda Lilis sutikno.

Pertanyaan: Bagaimana trik trik biar bisa menulis yang bermutu. Saya mulai menulis sudah setua ini umur saya yaitu 50 tahun  lebih.tapi saya semangat


Wah, terima kasih 😊🙏🏻

        Kisah Bunda Lilis dan Bunda Kanjeng cocok jadi inspirasi nih untuk kasus Bunda. Untuk tipsnya practice makes perfect dan perbanyak membaca terkait dengan apa yang akan kita tulis. Misal jika Bunda senang menulis puisi, maka mari membaca karya karya sastrawan terkemuka. Bila senang cerpen, mari perbanyak baca cerpen yang berhasil dimuat di media massa atau karya cerpenis populer.


        Membacanya harus seperti kacang goreng. Dinikmati, diresapi kata-katanya, kenali diksi yang digunakan, dsb. Bukankah makan kacang goreng lebih nikmat bila perlahan, bukan sekaligus 😁. Lain halnya jika ingin menulis karya ilmiah, ya mesti mau membaca jurnal. Hehe. Saya pernah baca tulisan Prof. Ngainun, jika ingin menulis jurnal, setidaknya kita harus membaca beberapa volume dari jurnal yang kita targetkan. Pokoknya tetap semangat ya Bun. Usia bukan halangan bagi seseorang untuk bisa menjadi penulis andal 🥰


P9

Saya pak Wigung dari gunung kidul Yogyakarta

Apakah wb termasuk penyakit ,Bu?


Ehehe itu istilah saya saja 😁 karena berdasarkan pengalaman bisa datang berulang kali. Misal yg saya alami, saya pernah terkena WB karena lelah fisik. Di waktu lain, saya terkena WB karena terlalu perfeksionis.Saya katakan "penyakit" karena memang jika dibiarkan, dampaknya bisa fatal. Tak produktif lagi.


Lanjut P10 Nggih bunda Dita 

Pak Etik Nurinto, S.Pd.SD.

Dari : Pemalang

Pertanyaan :

Apa yang menurut Bu Ditta paling sulit saat menulis dan bagaimana mengatasinya ?🙏🏻


Wahhh, P Etik ini teman saya

Hmm, pertanyaan sulit.

        Yang *paling sulit* saat menulis menurut saya adalah *percaya dengan tulisan sendiri*. Terkadang kita baru percaya tulisan kita baik, ketika ada orang yang berkomentar baik. Kita terlalu khawatir dengan penilaian orang lain, padahal sejatinya tak pernah ada manusia yang sempurna. Buku buku best seller pun ada edisi revisinya, kan?

Cara mengatasinya ...

Dengan mengingat niat awal kita menulis. Mengingat kembali masa masa dimana kita menikmati proses menulis itu sendiri. Dan tak lupa berdoa Seperti malam ini, sebelum menulis di grup ini, saya juga meminta doa pada kedua orang tua saya 😊



Untuk tanya jawab selanjutnya bisa dilihat di blog beliau di sini https://dittawidyautami.blogspot.com/


Jika ingin mempelajari tentang cara mengatasi virus WB lebih dalam bisa membeli bukunya, silahkan hubungi bu Raliyanti dengan CP: 081586462152






Minggu, 22 Januari 2023

MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU


 MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU


Assalamu'alaikum wr.wb.

Pembaca yang tercinta, yang selalu haus akan pengetahuan, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pelatihan menulis buku pada hari ke 6 bersama narasumber Prof. Richardus Eko Indrajit yang dikenal sebagai Prof. EkojitBeliau adalah seorang penulis besar yang dapat mengantarkan mimpi kita menuju penerbit mayor, dimana buku kita juga akan diterbitkan dalam bentuk ebooks atau buku digital. Apabila ingin mengenal lebih detai narasumber bisa mampir ke sini: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit. 

Tepat pada pukul 19.00 wib Prof. Ekojit menyambut para peserta menulis buku KBMN PGRI 28 melalui WAG,  beliau memberi semangat dan memotivasi para peserta dengan memberitahu teman-teman penulis hebat dan mandiri, sebagai contoh diantaranya adalah bunda Aam.

Pada kesempatan ini Prof Ekojit berbagi pengalaman menulis, dari pengalaman menjadi penulis buku mayor, yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional. Sejak kecil Prof. Ekojit sudah menyukai dengan kegiatan menulis, tentu saja sudah selayaknya jika beliau menjadi sehebat sekarang ini, yang diraihnya berkat usaha gigihnya sejak kecil hingga sekarang. Hingga saat ini, Prof. Ekojit telah menulis kurang lebh 121 buku mayor semenjak selesai kuliah. Beliau juga sudah menulis kurang lebih 623 artikel, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, sungguh prestasi yang sangat luar biasa.

Berawal dari hobinya yang senang menulis semenjak Sekolah Dasar, meski tulisan pertamanya baru diterbitkan majalah ketika duduk di bangku SMP, namun tidak pernah mematah semangatnya untuk terus berkarya. Hal ini dilakukan karena alasan beliau senang menulis adalah karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain, ternyata lama kelamaan jadi ketagihan menulis. Prof. Ekojit merasa bahwa semakin banyak membaca buku dan menonton televisi karena dulu belum ada internet, membuatnya semakin tinggi keinginan untuk menulis. Sungguh suatu semangat yang perlu kita kobarkan untuk diri kita sendiri dan anak didik kita.

Buku Mayor pertama milik Prof. Ekojit terbit di tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi. Kemudian terbitlah sepuluh buku pertamanya yang berisi bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel, dan setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu. Sampai tidak terduga ketika begitu banyak orang yeng membelinya, hingga akhirnya jadi ketagihan menulis.

Hal lain yang membuat motivasi menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS (karena dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp beliau dan mengucapkan terima kasih atas buku yang telah dibuatnya. Tentu saja hal tersebut membesarkan hati Prof. Ekojit dan merasa hidupnya berguna untuk orang lain. Begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang ditulis.

Saat pandemi ditetapkan di Indonesia tepatnya tanggal 16 Maret 2020, dimana semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, maka Prof. Ekojit memutuskan untuk menjadi youtuber. Setiap hari membuat satu youtube, yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ karena saat itu sedang menjadi pembicaraan nasional. Beliau mempunyai ide dengan membuat youtube dengan judul yang aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya.

Berawal ketika Om Jay mengajaknya untuk mengajarkan guru-guru menulis, beliau tergerak untuk bereksperimen, yaitu dengan cara  setiap guru diminta untuk membuka youtube milik Prof. Ekoji dengan alamat EKOJI CHANNEL. Kemudian setiap guru untuk menuliskan apapun yang diomongkan Prof. Ekoji di youtube tersebut. Setelah itu beliau akan memberikan tambahan referensi untuk memperkaya kontennya. Akhirnya dari 30 guru yang berniat bergabung, terdapat 19 buku yang bisa diterbitkan. Dan dari 19 buku tersebut, ternyata terdapat satu buku yang terpilih jadi Buku Terbaik Nasional versi Perpusnas untuk kategori PJJ. Hingga saat ini kalau tidak salah sudah lebih dari 60 buku dari guru-guru hebat yang berhasil diterbitkan oleh Penerbit ANDI dari Yogyakarta.

Dari segudang pengalaman yang telah dimiliki prof. Ekojit,  beiau ingin mengajak guru-guru yang tertarik untuk menjadi penulis buku mayor yang diterbitkan untuk mendaftarkan diri dan bergabung dengan WAG Januari Berseri yang dibuat oleh prof. Ekojit, dimana pelatihan akan dimulai satu hari setelah ulang tahun beliau yaitu tanggal 25 Januari. Dalam waktu singkat sudah lebih dari 50 orang bergabung untuk bisa memiliki buku sendiri, saya pun tidak mau ketinggalan, meski kemampuan menulis saya masih sangat pemula sekali, karena saya baru ikut bergabung latihan menulis di KBMN PGRI angkatan ke 28 ini.

Kali ini Prof. Ekojit memberikan pelatihan yang berbeda dengan sebelumnya, dimana tema sudah ditentukan beliau, dengan harapan peluang masuk ke penerbit lebih besar dibandingkan peserta yang menentukan temanya sendiri. Ada 50 tema yang disediakan oleh prof. Ekojit, dan bagi saya banyak tema yang saya sendiri kurang paham, sehingga untuk kali ini memang sedikit rebutan untuk memilih temanya masing-masing, dan saya memilih tema "Students Centered Learning".

Target penulisan buku ini adalah sebelum Idul Fitri sudah bisa dikurasi oleh Prof. Ekojit dibantu bunda Aam dan sudah masuk ke penerbit. Menurut Prof. Ekojit yang penting ada keseriusan dalam menulis buku. Pesan Prof. Ekojit kepada calon penulis buku adalah "Kalau ingin menuliskan buku yang diterbitkaan mayor, anda harus mengikuti KEBUTUHAN PASAR, kita menulis bukan untuk diri sendiri tetapi kita menulis untuk orang lain". Beberapa contoh judul-judul yang banyak dibutuhkan sekolah-sekolah jaman sekarang:

  • Classroom Design and Management
  • Computer-Based Assessment
  • Community Based Learning
  • Competency-Based Learning
  • Computer-Adaptive Assessment
  • The 21st Century Learning Skills

Dalam menulis mulailah dari satu hal yang sedehana dahulu, janganlah menuliskan sesuatu yang kita tidak mengerti dan tidak ada sumber referensinya.

Demikian materi singkat dan berisi dari Prof. Ekojit, beliau tidak banyak menyampaikan materi secara teoritis, tetapi lebih ke praktik langsung, dan langsung dibuat grup bagi penulis yang menginginkan memiliki buku major, materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta.


Prof. saya tertarik menulis buku membangun SDM, Siswa tingkat SMP SMA. Bagaimana tanggapannya tentang ini prof? Dari Pak Surya

1 | Makannya dulu kalau bu Aam masih ingat, saya lebih senang mengajak rekan-rekan guru untuk BERJALAN BERSAMA, bukan sekedar BERDISKUSI. Kebanyakan orang senangnya berdiskusi dan TAKUT EKSEKUSI. Kalau saya terbalik, langsung EKSEKUSI di bawah bimbingan saya, baru kita berdiskusi nanti kalau ada hambatan.

2 | Carilah judul yang ANTI MAINSTREAM. Kalau yang BIASA-BIASA SAJA, biasanya penerbit mayor tidak tertarik menerbitkannya.


Pertanyaan 1: Dalam menulis tentunya kita membutuhkan referensi, nah untuk membuat satu buku. Idealnya berapa buku referensi yang kita gunakan? (Afif)

3 | Tidak ada aturan mengenai hal ini. Referensi adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain yang butir-butir kontennya kita pakai dalam buku kita.

4 | Semakin banyak kita pakai pemikiran orang lain, semakin banyak referensi yang kita pergunakan.


Ida Farida mohon Ijin tanya bagaimana tulisan kita berkualitas dan dipercaya penerbit mayor? (Ida)

5 | Isi atau konten menarik yang disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

6 | Ini cara mencari judul dan tema yang menarik bagi penerbit mayor https://www.youtube.com/watch?v=17v72RUhZIY


Assalamu'alaikum. Saya Rahman dari Sumenep madura. Mau tanya, bagaimana cara agar tulisan kita masuk dalam kategori mayor, dan bagaimana memunculkan inspirasi atau ide sehingga dapat menghasilkan karya yang bagus dan inspiratif🙏🏻🙏🏻

7 | Nah ini akan saya ajarkan sambil pak Rahman menulis. Daftar ke bu Aam ya, nanti BAGAIMANA nya akan kita lalui bersama.

Teman-teman tercinta, materi Prof. Eko lebih ke praktik langsung ya. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dan mendaftar menjadi peserta

8 | Sudah banyak teori, konsep, dan pengalaman dari penulis lain yang disampaikan ke anda semua. Sehingga saya tidak ingin membebani dengan teori-teori baru. Jadi saya mengajak teman-teman yang BERMIMPI karyanya terpajang di toko buku untuk BERGABUNG dalam batch JANUARI BERSERI yang nanti akan menjadi workshop mingguan membuat buku mayor.

9 | Tujuan workshop menulis adalah agar guru-guru BISA MENULIS BUKU bukan sekedar TAHU CARANYA NULIS BUKU.

10 | Saya adalah penganut konsep BELAJAR KETIKA BERKARYA, bukan BELAJAR DULU BARU BERKARYA

Ndak usah MIKIRIN JUDUL, nanti SAYA YANG AKAN PILIHKAN.

Kalau sudah ditutup, dibuat WA JANUARI BERSERI, dan saya akan mulai workshopnya


Demikian ilmu yang sangat bermanfaat bagi para penulis buku yang masih pemula seperti saya, semoga apa yang disampaikan Prof. Ekojit dapat kita terapkan agar budaya literasi kita semakin berbobot. Nenek moyang mengatakan: "ala bisa karena biasa. tak kenal maka tak sayang." Cukup sekian dan terima kasih

Wassalamu'alaikum wr.wb.

BIRRUL WALIDAIN

BIRRUL WALIDAIN

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ahad Pon tanggal 22 Januari 2023 adalah hari yang selalu dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah di kecamatan Kalibening dan Pandanarum. Karena pada hari itu dilaksanakannya pengajian akbar gabungan dari dua kecamatan yaitu kecamatan Kalibening dan kecamatan Pandanarum. Alhamdulillah cuaca itu mendukung kegiatan tersebut, sangat cerah hingga selesai menjelang dhuhur dan hujan baru turun setelah asar. Pengajian Ahad Pon selalu dihadiri oleh seluruh warga Muhammadiyah dari dua kecamatan tersebut.






Di lokasi pengajian akbar pun saya disambut anak-anak siswa siswi SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara di Kalibening, yang sedang mempromosikan hasil produksinya seperti keripik kentang, keripik singkong ada yang gurih dan ada yang asin serta jagung goreng manis, dan saya pun menyempatkan membeli produk mereka. Mereka juga menjual buku-buku bacaan yang inspiratif.




Pengajian akbar setiap Ahad Pon juga mendulang rejeki bagi pedagang-pedagang di sekitar Kalibening, diantaranya yang saya lihat tadi adalah orang yang sedang berjualan anak ayam dengan diberi pewarna yang membuatnya menarik untuk mendekat dan membeli anak ayam yang lucu-lucu.


Kegiatan pengajian akbar Ahad Pon selalu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan lagu-lagu Muhammadiyah, oleh paduan suara dari ortom Nasyiatul Aisyiyah Ranting Bedana. kemudian dilanjutkan hiburan dari Kokam Bedana.






Setelah acara hiburan selesai, kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan, sambutan yang pertama oleh bapak Khodim sebagai Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bedana, mengucapkan selamat datang kepada Ustadz dr. Hasan Bayumi selaku dirut PKU Muhammadiyang Sruweng Kebumen, bapak Amin Maksum selaku DPRD tingkat propinsi dan hadirin semua. Harapannya setelah mengikuti pengajian hari ini menjadikan kita semua cinta kepada Allah, cinta kepada Rosulullah, cinta kepada orang tua, dan cinta kepada sesama ciptaan Allah.

Sambutan berikutnya adalah dari bapak Hardiyanto selaku Kepala Desa Bedana, dan dulu juga murid saya waktu SMP, menyampaikan pepatah bahwa "Tidak ada nahkoda yang hebat jika dilahirkan dari air laut yang tenang" sungguh kata-kata yang mendalam maknanya. Menginformasikan juga bahwa kegiatan di Bedana ini berkat kerjasama semua warganya baik dari Muhammadiyah, Nahdiyin, LDII, dan juga Salafiah, semuanya saling kerja sama tanpa membedakan golongan organisasi. Harapan setelah mengikuti pengajian hari ini adalah semoga dapat sesuai dengan pepatah bahwa "Adap itu lebih penting daripada ilmu". Dan sambutan beliau diakhiri dengan yel-yel "Bedana maju....wis wayahe"

Sambutan yang ketiga dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang disampaikan oleh bapak Sulhan, disampaikan bahwa SMA Muh 4 Banjarnegara di Kalibening mendapat predikat akreditasi A dan dirujuk sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Banjarnegara, dan satu-satunya sekolah swasta unggulan di Kabupaten Banjarnegara. Untuk tahun ini penerimaan siswa baru akan diseleksi, terutama untuk siswa lulusan non MTs Kalibening. Banyak lulusan SMA Muhammadiyah Kalibening yang diterima di perguruan tinggi favorit di pulau Jawa dengan jurusan yang peminatnya seantero Nusantara. Diinformasikan juga bahwa surat perijinan pondok MBS Bumi Syahadat sudah keluar pada tahun 2022, BTM Kalibening sebagai badan koperasi terbaik di Banjarnegara, juga memiliki RS Pratama PKU Muhammadiyah Kalibening, siswa siswi MTs Muhammadiyah juga memiliki segudang prestasi meskipun statusnya baru akreditasi B. Demikian sambutan dari bapak Sulhan yang sangat membangkitkan semangat untuk lebih menghidupi organisasi Muhammadiyah khususnya di Kalibening dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Organisasi Muhammadiyah di Kalibening.

Dilanjutkan sambutan yang keempat dari pencatat keuangan pengganti Bendahara oleh mas Aman Budiono, menyampaikan informasi infak terbaru terkumpul 2.818.000, sedangkan yang 50 juta rupiah di rekening, dan piutang 50 juta di rekening, sungguh keuangan yang luar biasa dan transparan sehingga seluruh warganyapun dapat mengetahuinya.

Acara selanjutnya adalah penyerahan hadiah juara konten edukasi stunting yang diperoleh ananda Renata yang disampaikan langsung oleh dr. Silvy istri dari dr. Hasan Bayumi yang mengadakan konten stunting via instagram, jadi stunting adalah pemahaman tentang proses 1000 hari kehamilan sampai melahirkan, karena menurut dr. Silvy di Kabupaten Banjarnegara memiliki stunting yang sangat rendah dibandingkan kabupaten lainnya. Sehingga dr. Silvy tergerak untuk melakukan edukasi stunting melalui media IG yang dikhususkan untuk anak-anak SMA.



        Akhirnya acara inti yang sangat dinantikan pun tiba yaitu pengajian inti oleh dr. Hasan Bayumi. Beliau menyampaikan bahwa kita harus yakin dengan keberadaan Allah, sehingga ketika kita beribadah kita harus yakin kepada Allah. Telah kami wasiatkan kepada manusia, agar kepada orang tuanya benar-benar memberikan yang terbaik. Kadang anak tidak tahu jika untuk memenuhi kebutuhan anak, orang tua sampai melakukan hutang. Yang sudah berjuang mati-matian untuk kita adalah orang tua kita, bukan orang lain. Orang tua akan lebih sayang kepada cucu, karena orang tua kangen dengan anaknya disaat masih ketergantungan. Orang tua semakin tambah usia maka pikunnya nambah, semakin kekanak-kanakan, manjanya nambah, cemburunya nambah. 
        Telah menetapkan agar kita tidak menyembah kepada selain Allah. Setelah perintah tauhid kemudian perintah berbuat baik kepada orang tua. Maka kita tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati orang tua. Satu orang ibu bisa merawat 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa merawat seorang ibu. 
        Kisah ustadz dr. Hasan Bayumi dulu sekolah di Mualimin Yogyakarta, saat masih sekolah ditinggal dunia bapaknya, beliau anak ke 6 dari 7 bersaudara. Ibunda beliau dulunya bekerja membuat genteng. Sungguh perjuangan yang tidak ringan karena seorang ibu diwaktu itu bisa membiayai empat anaknya yang sedang kuliah, dan tiga anaknya yang masih di bangku sekolah.
        Bahkan jaman sekarang ada orang tua yang masih mikirin hutang anaknya. Anak bertanggung jawab untuk memastikan orang tua kita dapat ibadah di jalur Allah dengan nyaman, penuhi semua kebutuhannya di sisa hidupnya. Kita harus merendahkan diri kita dihadapan orang tua, setinggi apapun jabatan kita di dunia. Selalu mendoakan kedua orang tua kita, sematkan doa di akhir atau awal sholat. Ridho Allah bergantung ridho orang tua, maka saat berucap orang tua juga harus hati-hati, karena doa/ucapan yang disampaikan orang tua akan menembus ke langit. 
        Apa yang kamu infakkan dari yang baik-baik, cara mendapatkannya baik dan cara memberikannya juga baik. Yang pertama kali mendapatkan infak saat kita kelebihan uang adalah orang tua, baru kerabat terdekat, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan dalam mencari ilmu). Infak untuk orang tua diletakkan pada urutan yang nomor wahid, bantulah orang tua semampumu, kalau bisa tanpa sepengetahuannya. Infak/bantuan yang diurutan kedua adalah kerabat terdekat, bantulah mereka. Karena kalau kerabat dekat kena masalah maka yang ikut pusing adalah orang tua. Bisa jadi kesuksesan kita karena doa dari orang tua, yang mungkin bangun di sepertiga malam. Sebagai orang tua jika menginginkan amalnya tidak terputus, maka bentuklah anak yang soleh, sekolahkan anak di sekolah agama.
        Bagaimana jika orang tua kita sudah meninggal? Jika ingin memandikan pastikan tahu aturan saat untuk memandikan, usahakan anak-anaknya yang memandikan, jika ingin mensholatkan pastikan tahu tata cara mensholatkan, tutup aib orang tua kita, baik itu berupa penyakit atau cacat tubuh yang dimiliki. Saat sholat jenasah bacaannya dipahami dan agak lama, karena intinya di situ, bukan malah lebih panjang doannya selesai sholat. Maka ada jasa jenasah yang diberi nama jasa Husnul Khotimah. Pastikan hutang-hutang yang belum terbayarkan untuk segera dilunasi, melaksanakan apa yang diwasiatkan, meneruskan shodaqoh yang pernah dilaksanakan, dan yang terakhir lanjutkan silatirahmi orang tua kita. Yang tidak bisa dilupakan adalah selalu mendoakan kedua orang tua kita. Berikan yang serba terbaik untuk orang tua kita. Demikian pesan beliau pada pengajian Ahad Pon dengan tema Birrul Walidain, semoga ilmu yang disampaikan dapat kita cerna maknanya dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin Ya Rabbal alamin.

Selesai mengisi pengajian Ahad Pon dilanjutkan kunjungan ke MBS Muhammadiyah Kalibening, sekaligus mengisi tausiyah kepada siswa siswi MBS selesai sholat dhuhur bersama. Ustadz dr. Hasan Bayumi menyampaikan kisahnya saat belajar di ponpes, dan berpesan agar mendalami Al Asr (demi waktu). Demi waktu yang dapat memporak porandakan masa depan kita, yang memeras psikis dan fisik kita, demi waktu yang tanpa kita sadari kita bertambah umurnya tapi kita tidak merasa melakukan kebaikan di masa lampau. Sesungguhnya semua manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman. Sholatlah pada waktu yang telah ditentukan. Lakukan amal sholeh yang berimbas pada orang-orang di sekitar kita. Jalani aturan di ponpes, nurut sama ustadz dan ustadzah di pondok, karena dipondok kita diajarkan bersosialisasi dan berempati dengan sesama teman di pondok. Saling mengingatkan dengan sesama teman di pondok, jangan sampai hanya memikirkin dirinya sendiri. Mendoakan adik-adik di ponpes agar menjadi anak yang sholeh, manusia yang selalu menegakkan kebenaran. Kelebihan anak santri adalah dapat mempelajari Al Quran baru menemukan bukti di dunia. Dan menurut pak dr Hasan ternyata Al Quran adalah buku menejemen terbaik yang ada di dunia. Surat pertama yang diturunkan adalah Iqra' (bacalah). Karena banyak kita temukan di Al Quran semua yang ada di bumi dan di langit, yang manusia belom menemukan sekalipun. Harapan Ustadz dr. Hasan Baayumi adalah para santri membaca Al Quran dengan suara keras dan dapat memahami serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup serangkaian kegiatan tadi, dilanjutkan mengunjungi kamar para santri, untuk memberi semangat dan motivasi.



Akhirnya selesai sudah kegiatan hari Ahad Pon, sampai kegiatan terakhir semua berjalan lancar, cuaca juga mendukung sekali, begitu cerah tanpa hujan. Semoga pangajian akbar setiap Ahad Pon selalu membawa kebaikan dan perubahan untuk kita semua. Ilmu-ilmu yang disampaikan oleh ustadz yang setiap waktu berbeda orang, berharap dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berjihad khususnya warga Muhammadiyah di Kalibening

Albiru manitaqo
Wassalamu'alaikum wr.wb.

MERAMU HASIL BELAJAR